18_Skeletal_Anatomy_Posterior_View

Pelajaran anatomi merupakan pelajaran yang menjadi bahan kajian wajib bagi mereka yang mengambil mata kuliah tentang biologi, ilmu kesehatan dan kedokteran. Banyak yang merasa kesulitan dan mengeluh jika mereka dihadapkan dengan pelajaran anatomi, kenapa? Mungkin karena anatomi memakai bahasa asing (latin) dalam penamaan nama-nama bagian dari struktur bentuk anatomi. Beberapa cara familiar sering dipakai dalam mempelajarai pelajaran anatomi ini, seperti membaca berulang-ulang dan membacakannya. Pengulangan menjadi salah satu metode paling lazim dari pembelajaran hafalan. Tetapi apakah anatomi juga demikian? Mungkin saja iya, bagi sebagian lain, mungkin saja tidak. Anatomi memiliki trik sendiri dalam belajar, lalu apakah itu ? selain dengan metode menghafal yang sudah bukan lagi menjadi rahasia umum.

Buku-buku anatomi memang menjadi penunjang dalam pembelajaran anatomi, banyak buku seperti Netter, Sobota, Keith L Moore, Yokochi dan Big Bro Prof Satimin yang bisa membantu kita menemukan nama dari organ tertentu yang ingin kita ketahui.

Anatomi sendiri dari kampus KBBI memiliki pengertian “ ilmu yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang atau tumbuh-tumbuhan ”.

Dalam bahasan kali ini saya akan memberikan pemahaman tentang belajar anatomi dalam kaitan anatomi deskriptif anatomi manusia, yang mungkin saja termasuk kedalam bahasan anatomi hewan.

Banyak ulasan sebenarnya tentang bagaimana belajar anatomi dengan mudah, salah satunya adalah dengan menggambar kembali anatomi yang dipelajari, dan memberikan penamaan. Majunya ilmu teknologi memberikan kemudahan dalam mempelajari anatomi, aplikasi tiga dimensi, dan sofware tentang kajian ilmu anatomi. Tetapi bukan itu yang saya ingin ketengahkan dalam cara mudah belajar anatomi.

Sebenarnya, anatomi mudah untuk kita pelajari dan hafalkan dengan trik yang mudah. Ya tetapi haruslah kita mengenal dasar dari penamaan sebuah organ dan bagian-bagiannya. Jangan menganggap bahasa latin adalah bahasa yang sulit, anggap saja bahwa bahasa latin adalah bahasa gaul seperti biasa yang kita jumpai sehari-hari, jika persepsi kita tentang bahasa latin sudah buruk dan menyeramkan, maka akan menjadi sulit dalam otak kita untuk menyimpan memori tentang anatomi.

Jika kita bisa sudah menguasai nama-nama dasar dari anatomi, kita akan mudah untuk melanjutkan dalam tahap yang lebih lanjut untuk menguasai, seperti penamaan sendi dari anatomi manusia, kita akan melihat celah bahwa nama sebuah sendi selalu dinamai dari Tengah ke luar, atau dari atas ke bawah. Semisal sendi bertemunya fibula dan tibia yang menjadi articulatio fibulotibialis.

Penamaan dari sebuah bentuk bagian-bagian tertentu seperti menonjol, cekung atau berbentuk juluran dan lain-lainnya. Penggabungan tinggal saja digabungkan dengan nama daerah yang dimana dia berada atau melekat, melewatinya dan sebagainya. Pemberian nama anatomi tidaklah sesulit seperti yang biasa kita bayangkan.

Cukup demikian, semoga bisa membuka wawasan kita bahwa ada celah dan motif dari nama-nama anatomis dalam belajar anatomi. Tidak selalu kita harus mengetahui nama-nama yang super panjang dan aneh. Cukup dengan melihat dasar nama anatomi tersebut dan menggabungkannya sesuai dengan letak dan bentuk dari anatomi tersebut, maka anatomi akan menjadi lebih mudah dan tidak terlalu sulit untuk diketahui.