olahraga menjadi bagian dari dunia pendidikan

Olaharaga menjadi bagian dari sebuah pendidikan mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, sebuah bentuk konsep yang menarik jika kita mau menelisik dan meneliti lebih jauh tentang hubugan kedua variabel tersebut. Ditilik dari keolahragaan Nasional kita, olahraga memang bagian yang tidak terlepas dari pendidikan, hal ini dapat dilihat dari pasal yang dituangkan dalam UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Begitu juga dengan pasal 17 tentang UU sistem keolahragaan Nasional meliputi kegiatan olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi.

Dalam pembangunan Nasional Negara kita memiliki tujuan untuk memaksimalkan dan mengembangkan sumber daya manusia sedini mungkin dan secara terarah, terpadu, menyeluruh melalui usaha yang proaktif, produktif dan reaktif. Pendidikan sendiri adalah suatu usaha untuk mencipatakan sebuah perubahan dalam pola pikir dan kebudayaan manusia.

Lalu dimana sebenarnya hubungan olahraga dalam bagiannya sebagai bagian dari pendidikan? mendidik kearah mana? Bukankah pendidikan itu sendiri luas dalam kajiannya? Ataukah olahraga itu sebagai instrument saja dalam menghantarkan tujuan dari sebuah pendidikan. atau olahraga sendiri adalah wujud dari pendidikan. Olahraga sendiri adalah wujud dari sebuah pelatihan jasmani, memperkaya dan meningkatkan kemapuan dan ketrampilan gerak dasar ataupun gerak kerampilan. Meski demikian, olahraga juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan perkembangan mental, intelektual dan spiritual.

Pendidikan olahraga memang telah menjadi bagian dari kurikulum standar pendidikan dasar dan menengah, dengan tujuan untuk menciptakan sedini mungkin generasi bangsa yang sehat jasmani dan rohani, kompetitif dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Namun dalam penerapanya, pendidikan olahraga masihlah dalam ranah kelas pendidikan jasmani saja, dan kurang kemampuan guru dalam memaksimalkan unsur lain yang menjadi hasil dari suatu proses olahraga itu sendiri, menjadikan olahraga dipandang menjadi mata pelajaran sebelah mata.

Oleh karena itu menurut dari Dra Lilis Komariyah, Olaharaga memerlukan reposisi dan reorientasi, rektualitas dan reaktualisasi dalam pemikiran dan pengelolaanya untuk mendapatkan tempat yang layak dan terhormat sejajar dengan ilmu pendidikan lain yang berada di dunia pendidikan.

Reposisi pendidikan adalah suatu usaha untuk merubah keadaan ilmu olahraga yang dipandang sebelah mata dan hanya diketahui sebagai kajian ilmu yang berfokus dalam sebuah kajian ilmu jasmani saja, dan mengangkatnya kedalam tempat yang layak dalam dunia pendidikan dengan mengetengahkan betapa besar manfaat dari ilmu olahraga.

Reorientasi memiliki tujuan untuk mengubah kembali kepada tujuan semula yang sebelumnya (mungkin) telah bergeser kedalam tujuan yang berbeda dari pembentukan awal, atau bisa juga mengubah arah tujuan kedalam arah yang lebih sesuai dengan perkembangan jaman, seiring dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Rektualitas adalah sebuah cara untuk menunjukkkan tentang peran dari sebuah pemahaman dan usaha kedalam bentuk nyata. Hal ini diperlukan dengan tujuan bahwa olahraga mampu menunjukkan eksistensinya kedalam dunia pendidikan.

Reaktualisasi berkaitan dengan bagaimana merubah sebuah cara dalam pengaktualisasian suatu pemahaman dan pembelajaran dari olahraga, perubahan metode yang dilakukan untuk merubah dalam tindakan dengan memberikan penyegaran-penyegaran kembali terhadap pemahaman dan manfaat dalam dunia olahraga.