kisah-runtuhnya-komunisme-di-eropa-timur

Komunisme, siapa yang tidak mengenal kata itu. Komunisme pernah menjadi sepertiga kekuatan dunia. Dan hampir tidak ada negara yang di dunia yang di mana partai komunis tidak pernah secara langsung berusaha merebut kekuasaan. Di Indonesia partai komunis pernah berjaya di tahun 60an. Meski pada akhirnya ditumpas habis eksistensinya pada tahun 65. Tahun gemilang dan tahun terkelam.

Ada hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme” begitulah pembukaan manifesto komunis yang ditulis oleh Karl Marx dan Friederich Engels pada tahun 1847. Namun pada akhir abad ke 20 hantu itu seakan kehilangan pesonannya. Berawal dari Asia, di Indonesia pada tahun 65 dengan PKI dan kemudian diikuti oleh Vietnam 10 tahun kemudian pada tahun 1975, sebuah fluktuasi tajam pada klimaks dan anti klimaks, kemudian di Eropa, dengan Euro-Komunisme dari hasil pembuangan Leninisme “inti sari komunisme” . hingga pada puncaknya pada tahun 80an, dimana semua buku-buku yang berbau kiri, Marx, Lenin dan Mao yang biasanya memenuhi rak-rak buku ditarik kedalam gudang.

“Di Indonesia, Sukuisme, Fundamentalisme agama dan Regionalisme menjadi pemberangus paham komunisme”

Keruntuhan berlanjut, sedikit demi sedikit tetapi cepat, salah satu tonggaknya adalah kondisi di Eropa Timur, runtuhnya rezim-rezim komunis yang diikuti dengan bubarnya Paktawarsawa. Rusia yang selama 73 tahun memonopoli kekuasaan dalam Unisoviet harus pecah menjadi 14 negara Independent. Hal ini dinilai sebagai puncak runtuhnya komunis dalam peta politik kekuatan dunia.

Meskipun demikian, paham komunis tidak hilang, lenyap tanpa ada sisa. Masih ada beberapa negara yang tetap berpegang teguh kepada sistem komunis, diantaranya adalah Cina, Koera Utara, Vietnam, Laos dan Kuba.

Daftar Pustaka : Pemikiran Karl Marx / Franz Magnis Suseno.