anarchist_syndicalist_children-sized2

“Negara bukanlah wasit netral yang melerai perselisihan kelas masyarakat”

Mendamaikan antar kelas bukanlah suatu jalan yang revolusioner, mendamiakan hanya akan mengerem perjuangan kelas bawah untuk membebaskan diri. Kemajuan dalam perjuangan kelas hanya akan tercapai dengan revolusi.

Revolusi terhadap kesadaran menuju revolusi sistem, revolusi negara menuju revolusi dunia.

Negara tak ubahnya adalah alat pelindung untuk kepentingan kelas atas, negara adalah aparat pengaman yang melindungi kaum-kaum borjuis dari sentuhan perjuangan kelas. Negara bukanlah lembaga diatas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih. Kebijakan-kebijakan yang selalu mendukung kepentingan kelas atas. Hal ini seperti yang Friedrich Engels katakan “Negara bertujuan mempertahankan syarat-syarat kehidupan, dan kekuasaan kelas berkuasa terhadap kelas yang dikuasai secara paksa”.

Negara bisa saja berkata bertindak demi kepentingan masyarakat dengan membangun transportasi, sekolah, aparat keamanan untuk mengatasi tindakan kriminal, tetapi kita tetap haruslah kritis melihat perilaku ini, mengkritisi dengan melihat bahwa ada peluang bahwa semua pembangunan ini adalah salah satu langkah demi berjalannya kepentingan kelas atas, mempermudah jalan bisnis, mempersiapkan SDM yang berkualitas, menciptakan situasi yang kondusif untuk kerja. Karena jika kondisi masyarakat tidak sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelas atas, atau kehidupan masyarakat tidak berjalan maka kelas atas tidaklah mendapatkan bahan utuk usaha memperkaya dirinya.

Masyarakat juga haruslah kritis terhadap propaganda-propaganda negara atas nama kepentingan rakyat, masyarakat haruslah jeli melihat kepentingan yang terselubung dari pembangunan struktural dan sosial, tindakan itu bisa jadi adalah wujud pengelabuhan untuk meredam rakyat agar tidak bertindak menuntut persamaan kelas, membelokkan perhatian dari tuntutan-tuntutan yang lebih fundamental. Mengelabuhi kelas pekerja.

Negara haruslah mampu menjalankan keadilan tanpa memandang perbedaan kelas, jika hukuman pencuri dari rakyat kecil dihukum lebih keras dari koruptor, jika agamawan dihukum lebih ringan dari jamaahnya, jika jumlah rakyat kecil mendiami penjara lebih besar jumlahnya, jika hukuman kepada pejabat lebih singkat dari rakyat jelata. Saat negara yang seharusnya menjadi negara hukum, tetapi dalam perjalanannya tidak memberikan akses hukum kepada rakyat. Membiarkan orang besar terlindung, sedang orang kecil tidak. Sudah saatnya untuk melawan negara. Berharap adanya perubahan dari dalam adalah percuma, perjuangan haruslah dilakukan dari objek penindasan dengan cara dan tindakan yang melawan sistem. Anarkis ataupun Revolusi.

Revolusi memang menjadi solusi puncak dari pemikiran Marx, menganalogikan bahwa tidak mungkin kelas atas akan menjatuhkan dirinya sendiri dalam kelas bawah, membuang nilai-nilai sosialnya. Cita-cita dan visi individu sudah dibentuk dalam kelas sosialnya, kelas ats dengan kepentingan-kepentingannya, begitu juga dengan kelas bawah. Kesadaran kelas bawah meski sudah tidak lagi dibentuk dengan licik seperti masa feodal, mereka dihadapkan dengan keadaan dan pilihan yang tidak bisa mereka rubah. Meski terkadang propaganda manis dihembuskan untuk memberikan gairah bekerja dan menentramkan gejolak perbedaan kelas, tetapi siapa yang akan mampu melawan jika nantinya mereka tetap akan dikalahkan oleh kekuatan yang tidak berimbang, modal kecil melawan modal besar.

“Bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan manusia, tetapi sebaliknya keadaan sosial merekalah yang menentukan kesadaran mereka [CPE,MEW 13, 8s]”

Mereka yang menguasai sarana-sarana produksi material, mereka jugalah yang akan menguasai sarana-sarana spiritual. Yang berarti, hanya kelas atas dan kuatlah yang mampu menyebarkan pemikiran dan kepentingannya kepada orang kelas bawah. Gambaran-gambaran diri (kelas bawah) dibentuk oleh kelas atas. Maka dari itu, kelas bawah sebaiknya curiga terhadap khotbah-khotbah para penguasa tentang nilai luhur, nilai-nilai moral dan kehendak suci Tuhan. Ada pamrih apa didalamnya.

 “Negara memang hanya menjadi penjamin keamanan, tetapi tidak langsung menjadi aktor sosial”

“John Locke”