insur10_b

Mengkaji sebuah negara, mengkaji tentang kehendak umum yang diasosiasikan kedalam satu wujud organisasi yang kemudian berubah wujud dan fungsi. Negara dari bentuk dasarnya nothing create nothing yang dalam fungsi utamanya adalah sebuah bentuk wadah tujuan komunal, yang dalam bentuk aktif kita memanggilnya pemerintahan, haruslah berfungsi sebagai payung teduh, peyalur hubungan timbal balik individu dan publik.

Menelisik kembali tentang hubungan individu dan negara, yang tentunya didasari bahwa kehendak umum untuk menciptakan suatu ketertiban, keamanan dan alat untuk mensejahterakan  masyarakat tentunya tanpa tidak langsung meminta individu untuk terikat kontrak dengan Negara. Menjadikan individu memiliki dua pribadi, pertama sebagai individu bebas, kedua sebagai warga Negara.

Ada persoalan menarik tentang pribadi manusia dalam kasus ini, kesan yang timbul akan munculnya dua pribadi yang terkesan sama-sama bebas sebenarnya hanya ada satu bentuk saja yang berjalan. Yaitu sebagai warga Negara, dan pribadi sebagai manusia bebas telah tiada dengan masuknya kontrak dengan Negara. Kenapa demikian ? apakah Negara tidak menjamin kebebasan dari setiap penduduk untuk menjadi pribadi yang bebas ? kita telah dikaburkan pemikirannya dengan slogan-slogan seperti ini, Negara tak ubahnya sekarang telah menjadi kekuatan yang mengatur kita, bukan kita lagi yang mengatur sebuah Negara. Atau kita yang dikendalikan oleh Negara, bukan kita yang mengendalikan Negara.

Warga Negara telah terikat dengan kontrak sosial yang berisi dengan hak dan kewajiban. Sebuah tanggung jawab, pasung dan kunci kebebasan yang seakan adalah kebenaran. Sebuah Absruditas muncul disini, bagaimana mungkin sesuatu yang diciptakan untuk menjadi payung bagi keseluruhan individu yang membentuknya pada akhirnya memiliki sifat yang bertentangan dengan kepentingan mereka?

Karena pada kenyataannya manusia memiliki kehendak pribadi yang acap kali bertentangan dengan pribadi lain, atau secara garis besar bertentangan dengan kehendak umum yang dia miliki sebagai warga Negara. Dan kata pembunuh hal ini adalah bahwa seakan kepentingan pribadi dapat dijalankan sendiri, terpisah dari kepentingan umum. Omong kosong yang membius.