Gambar

Mungkin saat ini kau menagis, tersedu dan berisak keras. Kau sadar kau sendiri.

Aku sudah tau itu. Tak ada yang perduli.

Kecuali aku.

Kau berkata bahwa jadi sendiri itu hebat, tapi kau menangis untuk siang ini.

Kutahu kau tak pernah siap untuk sendiri, mungkin seperti mereka yang pergi dengan emosi.

Kecuali aku.

Ada harapan yang kau panjatkan, ada harapan yang kau cemaskan.

Akan kepastian hadirnya sebuah suguhan yang menandai dentuman, tetapi yang kau dapati hanya kekosongan.

Kecuali aku.

Aku yang perduli padamu dalam kesendirianku yang benar-benar.

Aku yang tersisa dari ketiadaan, tanpa belas kasihan tanpa  ampunan.

Aku yang terbiasa sendiri.

Saat kalian mencari bahagia, percayalah,,aku disini mencari hidup yang layak seperti kalian.

Aku tidak begitu peka perihal itu, aku tidak peka….

Yang aku tahu kau hidup atas usahamu sendiri dan bersahabat dengan baik dengan dirimu sendiri.

Itu saja.

Jika kau bertanya apa akau pernah kehilangan ?

Ya, almost everything….kecuali kepercayaan pada diriku sendiri.

Aku memang egois, ya karena kau tidak punya lain tempat utuk kembali selain diriku sendiri.

Aku tidak punya rumah terbaik kecuali melihat diriku sendiri.

Aku tidak percaya pada siapapun kecuali pada diriku sendiri.

Dan percayalah, bahwa berkumpul dengan mereka yang dilahirkan keras, kau akan menjadi manusia yang lebih baik.