Beberapa hari terakhir ini ada berita yang menarik perhartian saya, tentang pembunuhan Narapidana di Lapas Cebongan di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). dimana empat napi tewas dengan luka tembakan pada sekujur tubuh di ruang tahanannnya. Mereka diberondong tembakan setelah sedikitnya 17 orang bersenjata dan bertopeng berhasil memasuki Lapas tersebut.

berawal dari percakapanku dengan Mimi, di warung mie ayam tempat biasa kami makan, barat hotel Diamond Solo, apa sebenarnya yang menjadi motif dari pembunuhan itu, sebuah pembunuhan yang membuat geger karena dilakukan selayaknya film action barat. pembunuhan yang dilakukan dengan rapi dan terorganisir, bahkan disertai dengan tepukan tangan setelah berhasil membunuh target seperti yang diceritakan oleh istri dari pemegang kunci Lapas.

Banyak spekulasi yang berkembang bahwa ini adalah pembunuhan yang dilakukan oleh angkatan khusus, setidaknya kita menyebutnya sebagai militer, isu ini lebih berkembang didasarkan pada apa yang dilakukan oleh korban sehingga membuat mereka masuk lapas, ya mereka telah membunuh salah satu anggota militer di sebuah club di Jogjakarta, maka asumsi bahwa muncul sikap tidak terima oleh rekan-rekan militer korban lebih laris dijadikan asumsi, terlebih pelaku pembunuhan anggota militer tersebut ditengarai sebagai sebuah anggota genk ( gentho, gali, preman ) mereka disebut sebagai genk NTT, Gambar

tetapi pendapat lain yang bisa diterima adalah bahwa pelaku pembunuhan di lapas merupakan salah satu genk lain yang menyimpan dendam terhadap genk baru tersebut, hal ini bisa jadi dikarenakan sikap dari genk NTT yang masih terbilang baru eksis di kota Gudeg ini cukup berani, mereka berhasil menguasai daerah-daerah yang dulunya dikuasai oleh genk lama.

2 asumsi ini menjadi perhatian dalam percakapan kami di warung mie ayam sore ini, asumsi yang kemudian kami coba memberikan pertanyaan untuk menguatkan dan meneliti asumsi kami sendiri.

1 : Jika ini memang dilakukan oleh anggota genk, kenapa mereka hafal betul tentang kondisi lapas ?

2 : Jika ini dilakukan oleh anggota genk, bukankah mereka seharusnya sudah cukup puas jika musuh mereka mendekam dalam lapas, bukankah polisi sudah membantunya dalam mengurangi pesaing, kenapa mereka mengambil risiko dengan menghabisi genk NTT?

3 : Persiapan yang matang, dan terkoordinir baik, bahkan terkesan profesional, apakah sebuah genk di Indoensia sudah ada yang sedemikian kerennya ? dan apakah polisi tidak mengenali jika memang ada genk seperti itu ada?

sudahlah, toh pada akhirnya juga akan terbuka siapa pelakunya setelah polisi melakukan penelusuran kasus ini, hanya menunggu waktu saja untuk mengetahui pelakunya. dan semoga kekerasan disertai pembunuhan tidak lagi terjadi di negeri ini, tentunya hal ini akan terjadi jika penegakan hukum benar-benar adil, dan para aparat penegaknya benar-benar jujur dan mau bekerja keras.