29 MEI 2011

Berbicara tentang ketuhanan selalu menjadi pembahasan yang pelik, penuh dengan sangka, penuh dengan argument argument yang begitu subyektif, terbawa dogma dogma masa kecil, menjadi menerima saja semua pesan dan judge tentang apa itu AGAMA dan TUHAN.

Sangat sedikit dan susah untuk melihat bentuk KETUHANAN dengan obyektif, apa karena TUHAN memang sesuatu yang tidak bisa di OBYEKKAN? Sesuatu yang sangat SAKRAL untuk di pelajari, karena dikhawatirkan akan membuat melenceng dalam memaknai hidup, membuat sesuatu kehilangan esensi dalam hidup atau sebuah tiket gratis untuk masuk surga, bukankah begitu??

Mari kita uraikan, apa yang saya ketahui dan apa yang saya rasakan.

Berangkat dari pengertian manusia sendiri, sebagai mahluk yang gelisah, mahluk yang ingin tau, mahluk yang bosan, pada akhirnya manusia akan dihadapkan dengan apa yang dinamakan mencari solusi, mencari pelega dahaga kekacauan dalam pemikiran dan rasa ingin tau. Manusia tidak mudah puas dan selalu kebingungan dalam memilih, di berikan banyak berbagai opsi dalam hidup, membuat semua tampak galau dan cemas karena kepastian tidak mudah di dapatkan, semua terasa abu abu, seperti berjudi, untung untugan dalam mendapatkan ( prof yacob ). Manusia juga tidak terlepas dalam persoalan kebatinan, seperti halnya mereka adalah unsure yang labil, hidup di antara 2 hal yang begitu kentara dalam sifat, seperti halnya antara hitam dan putih, baik dan buruk, malaikat dan setan, TUHAN dan IBLIS, surga dan neraka, manusia adalah mahluk abu abu, mereka lemah terhadap berbagai pilihan karena pada dasarnya, kodratnya.??

Manusia, mahluk yang tak pernah mengenal rasa kenyang dan puas,atau ada hubunganya pula manusia di beri rasa lapar dan harus selalu makan, kenapa manusia di beri dorongan untuk melakukan hubungan sexual?? Dalam system otak manusia terdapat bagian yang di sebut sebagai Lymbik, bagian otak manusia yang mengatur sifat primitive, seperti halnya binatang, dan dalam hal ini banyak yang menyebut ini sebagai Insting, dalam segi bahasa disebut IN-THINK, atau dalam pikiran, sesuatu yang berada ada pada dasarnya, berarti itu adalah suatu bawaan, secara etiologi. Lalu kenapa dan harus ada Insting??, dalam berbagai sumber yang saya dapatkan, di jelaskan bahwa manusia memiliki GEN, atau GENETIK, yang di sebut juga sebagai Daftar memori hidup, ……………………………………………

Dalam salah satu pertanyaan saya adalah, kita tau bahwa bintang Naga adalah binatang yang menjadi sebuah binatang mitos yang hamper ada di belahan dunia manapun, ASIA maupun EROPA,. Tetapi kenapa berbeda dalam mempersepsikannya?? Naga atau DRAGON, di belahan dunia barat, eropa, lebih di identikkan dengan mahluk yang berbentuk seperti brontosaurus, dengan punggung yang menjulang dan berkulit seperti binatang mamalia, memiliki sayap seperti kelelawar dan bisa menyemburkan api, memiliki karakter jahat, antagonis, sebagai kendaraan dari kegelapan, dan terkadang bertugas sebagai penjaga sebuah tempat yang di anggap esensial. Sedangkan di belahan Timur, di CINA, naga di gambarkan seperti seekor ular, berwarna hijau, bersisik seperti ikan, berbadan panjang seperti ular, bersayap dan ada juga yang tidak bersayap, memiliki karakter sebagai dewa penjaga, mahluk suci, bukan antagonis.