Berawal dari tadi pagi, saya jadi teringat ingin menulis ini, sekedar berbagi atau konsultasi pada mereka yang tau dan ingin berbagi pula pengetahuannya tentang dunia PUNK, ya… semua berawal dari tadi pagi 24 juni 2012 di perempatan RS Nirmala Suri Sukoharjo.

Mengantarkan kekasih ke terminal Sukoharjo hendak ke Wonogiri, mata kami tertuju pada 4 pemuda berpakaian nyentrik serba hitam dengan penuh aksesoris, kumuh dan lusuh, mereka tampak sedang bertanya pada bapak-bapak yang mengendarai mobil pik up / bak terbuka, dengan wajah yang kesal dan garang mereka pergi meninggalakan mobil dan bapak bapak tersebut dari lampu merah, tentunya mereka gagal mendapatkan tumpangan, karena pick up tersebut penuh dengan sayuran untuk di jual ke pasar, tiba-tiba Mimi  ( panggilan sayang kepada kekasihku ) nyeletuk “ kuk gak dapat tumpangan wajah mereka jadi galak gtu, ngamen ngamen sama mobil juga maksa, gak mau pergi sebelum di kasih, masak PUNK gtu Bi ? ”

Ada pertanyaan tersendiri dalam hal ini, mengapa mereka ?? siapa mereka ?? kenapa mereka ?? pemuda dengan pakaian nyentrik dan wajah garang tadi ?? PUNK ??

Semuanya berputar, kembali mengingat kejadian malam dimana terakhir aku ngamen di jalan dengan atribut yang sama pula dengan mereka ( PUNK ), hingga aku bertemu dengan anak PUNK  lain yang datang dengan jalan kaki :

Aku                      : dari mana bang ?

Anak PUNK        : dari sana * sambil nunjuk ke arah lain, sejurus kemudiananak PUNK itu memperhatikan penampilanku *

Aku                      : ngamen juga ??

Anak PUNK        : enggak, habis nganter temen * masih tetap  memperhatikan penampilanku *

Aku                      : * tiba-tiba jadi salah tingkah sendiri *

Anak PUNK        : anak PUNK ? *tanyanya tiba-tiba*

Aku                      : iya bang, baru kurang lebih setengah tahun *ah, akhirnya ada kesempatan mengkorek anak PUNK yang sudah lama ini , pikirku *

Anak PUNK        : * kembali lagi memperhatikan penampilanku *

Memang saat itu seragam dinasku ( saya menyebutnya demikian ) adalah kaos sport item di bungkus jaket jeans sama celana panjang pakai sepatu booth dan kencrung, sedangkan mas PUNK pakai kaos biasa, tetapi rambutnya MowHawk habis dah…

Aku                      : ada yang salah bang ?

Anak PUNK        : enggak, aneh saja kamu bilang kalo kamu ini PUNK , kalo tidak tau PUNK tidak usah ngaku ngaku PUNK deh, gak usah bergaya PUNK, bikin nama komunitas PUNK jadi jelek.

Aku                      : ………………………………….. * terdiam *

Anak PUNK        : jadi anak jalanan-jadi anak jalanan saja, tidak usah bergaya PUNK kalo tidak tau PUNK

Aku                      :*ah, nonjok banget ini, redam emosi, sapa tau bisa menggali informasi lebih…. Sabar sabar *  emang anak jalanan beda ya bang sama anak PUNK,?

Anak PUNK        : ya iyalah, anak PUNK itu gak kayak anak jalanan yang ngemis di jalan, ngamen di jalan, PUNK di jalan “Nyetret” ( dari kata Streat / jalan ) hidup dan nongkrong,

Aku                      : * dalam hati masih mikir, bukannya sama saja ? cuman beda kalo Anak Jalanan / Anjal itu memang cari uang di jalan buat hidup, kalo PUNK itu di jalan ngamen buat nambah ongkos saat mau pergi estafet / jalan menuju nonton Gig *  selain itu yang bedain apa lagi bang ?

Anak PUNK        : kami itu berpikir, anti kemapanan, anti pemerintahan yang busuk ini, anti sosial !!

Aku                      : seperti apa wujud nya bang ??

Anak PUNK        : ya apa ya, seperti kami berpakaian berbeda seperti ini, ini wujud penolakan kami atas sistem sosial, * kemudian melirik kentrung ku yang ada stikere MARJINAL * , ahh…penghianat

Aku                      : siapa bang ?? * sejurus aku ingat bahwa MARJINAL adalah salah satu band PUNK yang di juluki penghianat oleh sebagian PUNK lain, karena alasan lebel mungkin *

Anak PUNK        : ini, band favorit kamu * sambil nunjuk stiker yang ada di kentrung ku*

Aku                      : kenapa bang ?

Anak PUNK        : ah… gtu saja tidak tau, dia penghianat ya penghianat….. nanti lama lama kamu juga bakal tau,

Aku                      : * terdiam saja*

Anak PUNK        : kamu tau band PUNK apa saja ?

Aku                      : ehmm… Begundal Lowok Waru, Sosial-Sosial, Bunga Hitam, Sex Pistols, Ramones dan Rancid

Anak PUNK        : cuman itu ?

Aku                      : iya bang, namanya juga baru bang, lha kenapa emangnya bang ?

Anak PUNK        : aneh saja, hanya tau lagu itu udah ngaku anak PUNK.

Aku                      : * salah lagi *

Anak PUNK        : kerja ??

Aku                      : ini ngamen bang, lumayan dapat 5000 hari ini * ya kebetulan job di studio sudah kelar semua, jadi tinggal maen saja sebenarnya *

Anak PUNK        : di cariin minuman yo, beli CIU

Aku                      : aku ikut patungan saja bang, tapi saya tidak minum 

Anak PUNK        : anak PUNK owg tidak ada solidaritas nya, minum sama sama dong, * tampak semakin kesal padaku karena aku tidak mau minum *

Aku                      : saya tidak minum bang, saya ngrokok saja, tidak apa apa bang, saya patungan 2500 * masalahnya kalo minum asma ku kumat hehehe *

Anak PUNK        : * nampak geram *

Aku                      : abang kerja ?

Anak PUNK        : kerja lah, PUNK itu gak hidup dari ngamen, aku kerja di percetakan, kalo gajian ya tidak aku habisin sendiri, minum minum sama temen temen biasanya, PUNK itu berbagi, sama rasa sama rata.

Aku                      : wah solidaritas banget ya bang * mirip komunis juga ini prinsipnya hahaha *

Anak PUNK        : ya iyalah, persahabatan itu no satu, solidaritas dan kebersamaan.

Aku                      : ehmmm

Anak PUNK        : * kemudian dia nunjukin tattoo nya yang ada di lengan * mana tattoo mu ?

Aku                      : tidak punya bang, * padahal di punggung ada lumayan gede, setengah punggung lah , cuman ngapain juga aku harus nunjukin sama mas PUNK *

Anak PUNK        : napa ? takut ?

Aku                      : iya bang, belum berani 

Anak PUNK        : PUNK kuk cemen, PUNK itu berani dan keras….

Aku                      : iya bang,  

Dan akhirnya anak PUNK itu pergi, setelah dapat truk yang di nantinya,

Ada hal yang tidak saya mengerti, apa masalah anak PUNK sama anak jalanan ?? memang sebagian orang memandang sama bahwa anak PUNK dan anak jalanan adalah sama, ya sama sama mereka temui di jalanan, tetapi apa yang membuat mereka berbeda pandangan, kadang kita temui bahwa anak PUNK benci dengan mereka yang anak jalanan berkostum PUNK, dan anak jalanan bangga jika mereka berpakaian PUNK, lalu kalau hanya di tinjau dari segi kostum apa yang membedakan itu semua, jawabanya hanya satu, yaitu pola pikir…

Sejauh pengamatan dan eksplorasi yang saya lakukan, anak PUNK di Indonesia mengeluhkan bahwa mereka merasa tidak di hargai oleh masyarakat, dan di pandang sebelah mata oleh lingkungan, kenapa demikian ??

Pertama, secara tidak langsung adalah bahwa mereka hidup di jalanan, mabuk di pinggir jalan, ngamen dan suka maksa, tentunya dengan pakaian dinas mereka, hal inilah yang membuat masyarakat menaruh STIGMA tidak baik pada anak PUNK, baik itu PUNK beneran atau tidak, tetapi mayoritas yang saya temui seperti itu.

Pakaian lusuh dan kumuh yang mereka kenakan, bau dan jarang mandi, kenapa tidak seperti di eropa dan amerika ? PUNK di sana tidak lusuh walau berdandan  nyentrik, mereka juga mabuk tetapi tidak bikin onar di jalanan.

PUNK di Indonesia terlalu mengedepankan komunitas dan hal LIAR DAN BERANDALAN, setiap bertemu mereka, mereka selalu berbicara tentang hal buruk  apa yang telah mereka lakukan, padahal PUNK lahir untuk mengkritik sosial, bukan sekedar gaya pribadi, bukan malah jadinya mengkritik apa yang diri sendiri lakukan,

PUNK di Indonesia masih tidak banyak yang tau apa yang di maksut PUNK itu sendiri, bagi sebagian lain jadi PUNK adalah anak broken home, pelarian dari rumah, korban trend teman-teman, ingin terlihat sangar di masa ababil, ingin terlihat cool, tetapi tidak pernah memaknai apa hakikat PUNK itu sendiri.

PUNK di Indonesia selalu berteriak anti pemerintahan yang bullshit, tetapi tidak ada wujud dan gerakan nyata untuk itu, untuk melawan itu, hanya propaganda lewat lagu,  tetapi tidak ada gerakan yang pasti dan pada akhirnya menjadi bagian yang kalah dalam pemerintahan.

Sungguh ironi jika mereka bilang mereka benci penindasan dan kekerasan, tetapi saat mengamen mereka masih memaksa.

Sungguh ironi jika mereka bilang mereka benci pemerintahan yang korup, tetapi mereka menyibukkan diri untuk minum dan membuat mereka menjadi lebih mudah di bodohi.

Sungguh ironi jika mereka bilang sangat solidaritas, jika kesolidaritasan mereka hanya untuk berbagi uang minum-minum, solidaritas untuk sesama PUNK, bukan lagi sesama mereka yang tertindas.

Sungguh ironi jika penampilan mereka yang nyentrik karena mereka muak pada gaya fashion yang serempak, hanya mereka gunakan untuk menakut nakuti pengguna jalan yang ada.

PUNK lahir atas ketidak sewenang wenangan kerajaan inggris atas rakyatnya, bentuk pakaian aneh dan berbeda melambangkan bahwa mereka menolak semua wujud borjuisme yang ada di inggris, mereka menolak trend fashion yang sama dan seragam, mereka muak, sepatu booth adalah lambang bahwa mereka tidak mau di injak, mereka juga mampu melawan kesewang-wenangan aparat dengan boothnya, rambut mowhawk adalah rasa solidaritas atas suku indian yang di jajah oleh bangsa barat,

Jadi, tidak ada alasan bahwa PUNK adalah dijadikan sebagai wujud trend yang ada sekarang, menjadi PUNK adalah berani berontak pada kebodohan yang ada, bukan sekedar berfashion, tetapi mengerti apa yang di imani di dalam fashion tersebut,  jiwa atau ruh nya, PUNK adalah simbol perlawanan, ketidak percayaan atas pemerintahan, ketiak puasan dan rasa muak yang menjadi pada apa yang terjadi pada bangsa ini,

Saya merasa saya seorang PUNK, walau saya tidak punya kawan-kawan PUNK yang suka nongkrong di jalan,

Saya merasa seorang PUNK, walau saya tidak suka minum minum,

Saya merasa seorang PUNK, walau saya tidak banyak tahu tentang band dan lagu PUNK Indoensia

Saya merasa seorang PUNK, walau saya sendirian dan tidak sering menghadiri Gig

YA……

Saya anak PUNK, karena saya benci dengan sistem yang ada dalam pemerintahan Indoensia

Saya anak PUNK, karena saya muak dengan sikap bangsa ini yang hanya sibuk berpikir tentang materi dan karir, mirip robot saja, bekerja terus sampai mampus tanpa pernah mikir akan hakikat menjadi manusia

Saya anak PUNK, karena saya tidak suka ketidakadilan hukum di Indonesia.

Saya anak PUNK, karena saya tidak mau menjadi beragama tapi tidak atau apa yang saya imani

Saya anak PUNK, karena saya bosan pada mereka yang mengaku kritis pada pemerintah tapi hanya diam dan asik mabuk mabukan saja, padahal mereka mengaku PUNK

Saya anak PUNK, karena saya adalah mahasiswa dan benci terhadap mashasiswa yang berani vokal mengkritisi negara, tapi saat mereka lulus, mereka menjadi bagian korup tersebut untuk hidup !!!

Saya anak PUNK, karena saya BENCI PEMBODOHAN

Saya anak PUNK, karena saya ingin PERUBAHAN

Saya anak PUNK, karena saya PERCAYA PADA DIRI SAYA SENDIRI !!!

Image