PADA WAKTU DIMANA ANGIN BERHENTI BERHEMBUS

pada waktu dimana angin berhenti berhembus,

di sebalik gunung ini,

aku mengetuk pintu pintu yang tertutup oleh samar, yang entah apa….

mencoba meraba dan menjamah sebuah wujud pintu yang ku harap ada.

pintu, sebalikku, pintu diriku yang lain yang terkunci rapat rapat……

 

aku mengemis sepi malam ini,

dengan gemuruh yang tak pernah henti kudengar,

walau angin tak mewartakannya padaku saat ini,

membawanya dalam bulir bulir udara.

membuatku terpuruk disudut sini,

sendirian, sendirian saja…..

 

pada waktu dimana angin berhembus….

mereka tak datang, sebaliknya diriku, diriku yang lain yang biasanya bercengkrama denganku….

 

kulipat saja kakiku, lebih dalam dari biasanya,…

berharap dingin suasana ini berhenti…

sejenak saja, …..

untukku sekedar melanjutkan beku arteriku yang sumpek,

 

waktu,.

ajari aku bermain dan bangkit dari ini semua ini.

bangkit dari ini,.

bangkit dari kuburku

dari semua yang menjejaliku…..

kalaupun kau tak mampu….

bunuh aku…

Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s