Image

Pertandingan seru disajikan saat mempertemukan antara juara champion tahun lalu Barcelona dengan menghadapi Chelsea pada leg kedua di stadion Champ nou Barcelona,

Dengan kekalahan 1 : 0 pada leg pertama di stadion Stamford Bridge, Barcelona mengusung misi membalik keadaan di leg kedua untuk dapat lolos di Final liga champion musim ini, dengan tambahan dukungan fanatik Barcelonistas yang selalu memenuhi stadion di setiap Barcelona bertanding,

Tetapi naas, hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, chelsea malah berhasil menciptakan kedudukan imbang 2 :2  pada leg kedua ini, berikut gambaran jalannya pertandingan :

Barca mendapatkan peluang emas pada menit keempat lewat Lionel Messi. Namun, tembakan kaki kanan Messi dari dalam kotak penalti cuma menerpa sisi luar jala gawang.

Messi kembali mengancam pada menit ke-19. Umpan tumit dari Cesc Fabregas dia teruskan dengan tendangan mendatar, namun Petr Cech masih sigap mengahalau bola dengan kakinya.

Peluang untuk Chelsea hadir pada menit ke-26 lewat aksi individu Didier Drogba. Setelah melewati Gerard Pique, Drogba tinggal menghadapi Victor Valdes. Namun, karena ruang tembaknya sudah ditutup, Drogba pun tak bisa mengarahkan bola ke gawang.

Barca akhirnya bikin gol sembilan menit kemudian. Umpan silang Isaac Cuenca dari sisi kiri mengecoh barisan pertahanan Chelsea dan memudahkan Sergio Busquets mengirim bola ke gawang kosong.

Tak lama setelah gol itu, Chelsea mendapatkan masalah tambahan. Terry dikartu merah setelah mengasari Alexis Sanchez dari belakang.

Tanpa Terry, lini belakang tim tamu melemah. Akibatnya, mereka kebobolan lagi pada menit ke-43.

Diawali pergerakan Messi di depan kotak penalti Chelsea, bola kemudian diumpankan ke Andres Iniesta. Nama terakhir dengan dingin memperdaya Cech dengan sepakan terukurnya.

Namun, skor 2-0 tak bertahan lama. Dua menit berselang, Chelsea bisa memperkecil ketertinggalan.

Memanfaatkan umpan terobosan Frank Lampard, Ramires dengan cerdik mengelabui Valdes dengan mencungkil bola melewati jangkauan kiper Barca itu. Bola masuk dan seisi Camp Nou terhenyak.

Tak lama setelah gol Ramires, babak pertama berakhir. Barca 2, Chelsea 1.

Pada babak kedua, Barcelona mendapat hadiah pinalti. Namun, Messi yang ditunjuk sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya membentur tiang atas gawang Chelsea. Barcelona terus menyerang chelsea, namun karena keasyikan menyerang. Pertahanan Barcelona kembali kecolongan pada menit 90, Fernando Torres dengan gampangnya mengecoh kiper barcelona valdes. dengan agregat seperti ini, Chelsea lolos ke FINAL CHAMPION 2011/2012.

berikut ini sebuah hal menarik dalam pertandingan tadi pagi :

1 : sebuah misi balas dendam dari Chelsea pada Barcelona lebih ganas dibandingkan dengan impian Barcelona untuk balas dendam atas leg pertama,

2 : jersey yang dipakai oleh Chelsea berwana putih, dan ini adalah jersey ketiga mereka dan jarang di pakai di premier league, alasan memakai jersey ini adalah untuk menurunkan mental Barcelona setelah kalah dari REAL MADRID pada pertandingan terakhir, warna putih adalah warna identik dengan REAL MADRID, ( hal ini di ungkapkan oleh pelatih Chelsea Dimatteo bahwa Chelsea berterima kasih atas Barcelona )

3: strategi yang dilakukan oleh di DiMatteo dengan bertahan total ( Bus Parking ) terbukti effektif melawan strategi menyerang yang dilakukan oleh anak asuh Pep Guardiola, dengan menyisakan satu striker di depan, memaksimalkan serangan balik akhirnya Chelsea mampu menyamakan kedudukan dengan kelemahan sektor belakang,

4 : Banyak yang mengkritik strategi yang dilakukan oleh Roberto Dimatteo, bahwa pola strategi tersebut bukan karakter permainan liga inggris dan lebih condong italiano, ( ya memang DiMatteo adalah seorang Italia ) tetapi hal ini tidak di ambil pusing oleh pelatih berkepala plontos tersebut, menurutnya yang terpenting adalah kemenangan🙂

5 : Sistem CB Overlaping Barcelona tidak effektif untuk mengatasi strategi ini, hal ini terjadi karena Charles Puyol dipaksakan untuk menjadi CB Overlap, degan harapan sundulan sang rambut gondrong ini bisa menciptakan gol, tetapi pola strategi ini lemah jika harus berhadapan dengan sistem satu striker Chelsea yang tertinggal di depan, hal ini dilihat dari terciptanya gol terakhir yang dilakukan oleh Fernando Torres

6 : Sepak bola bukan untuk menguasai ball posision, tetapi untuk meraih kemenangan

7 : Tendangan pinalti yang gagal dilakukan oleh Lionel Messi merupakan titik kejatuhan mental dari Barcelona, kemungkinan untuk menang Barcelona terbuka andaisaja Lionel Messi dapat menyarangkan bola dan tidak membentur tiang gawang🙂

sekian uraian analisa dari saya🙂 , kalo saya mah jagonya tetap ARSENAL FC🙂

Apa klub kalian🙂

Yang terpenting adalah bagaimana sepak bola dapat menyatukan

buka memisahkan🙂