Ada sebuah pemikiran menarik tentang manusia, sebuah konsep sederhana sebenarnya tentang keterpaduan antara kepercayaan diri dan kebanggan diri, dari sebuah obrolan sederhana dari seorang yang begitu dekat dengan penulis, penulis melihat betapa menariknya keterpadanan dan bertolak belakangnya sifat kedua sifat ini.dimana dari kedua sifat inilah akan muncul beberapa karakter manusia. Sebelum membahas keterpaduan kedua sifat ini, penulis akan menyajikan pengertian dan apa saja yang melingkupi kedua sifat manusia tersebut:

v  Kebanggan diri  ( self obstinate / wilfulness )

Kebanggan diri adalah suatu istilah yang menggambarkan penilaian untuk melihat bahwa diri ( self ) mampu untuk berbuat lebih, terhadap suatu pencapaian yang di inginkan atau rasa puas terhadap sesuatu yang diraih atas usaha yang dilakukan.

Kebanggan diri mendorong individu untuk lebih berpikir bahwa seseorang mampu untuk melakukan sesuatu, memiliki sesuatu dan mencapai sesuatu yang mungkin orang lain tidak mampu melakukan hal tersebut.

v  Kepercayaan diri  ( self confidence )

Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya.

Menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005:87), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.

Macam Macam Kepercayaan diri :

 

  1. Self-concept : bagaiman Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
  1. Self-esteem : sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda.
  2. Self efficacy : sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
  3. Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)

Berdasarkan paparan tentang percaya diri, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang, dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.

Akibat Kurang Percaya Diri

Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :

a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.

b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)

c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan

d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah

e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)

f. Canggung dalam menghadapi orang

g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan

h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis

i. Terlalu perfeksionis

j. Terlalu sensitif (perasa)

Sebaliknya, orang yang mempunyai kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

v  Kebanggan diri dan Kepercayaan diri 

 

Seperti sebelumnya dimana penulis mencoba menggabungkan hubungan kedua sifat tersebut, bagaimana jika individu hanya memiliki salah satu sifat tersebut :

  1. Individu dengan Kepercayaan diri tinggi  tetapi tidak memiliki rasa kebangaan diri.

Pada individu pertama ini, karakter kepercayaan tinggi membuat suatu individu mampu untuk beradaptasi dalam pergaulan, mampu bersosialisasi dan mampu melaksanakan pekerjaan dengan rasa percaya diri. Tetapi dikarenakan kebangaan diri rendah, cenderung memiliki sifat bahwa mereka tidak mampu untuk hidup sendiri, kurang mampu dalam bersikap, kurang mampu dalam menguasai keadaan diri. Sifat mereka cenderung sebagai pengikut dan tidak mampu untuk hidup sendiri dengan pilihan hidupnya.

  1. Individu dengan Kebangaan diri tinggi  tetapi tidak memiliki rasa kepercayaan diri.

 

Pada individu kedua ini, sifat yang dominan adalah bahwa individu merasa mampu untuk melakukan sesuatu, memiliki nilai lebih baik intelektual maupun hal lain yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tetapi tidak mampu untuk bersosialisasi dengan baik, tidak mudah bergaul dan hanya lebih suka sebagai dalang di belakang layar.  Individu seperti ini cenderung memilih menyembunyikan identitas dikarenakan memiliki kepercayaan diri rendah. Takut untuk tampil di depan umum, mudah tertekan oleh kebisingan dan lebih memilih hidup dalam kesunyian.

 

Bagaimana dengan anda ? anda tergolong tipe individu pertama atau kedua ? atau tipe ketiga ? ( kepercayaan diri tinggi dan kebanggaan diri tinggi ) penulis sengaja tidak mencantumkan karena secara otomatis individu seperti ini bernilai positif, dan penulis merasa tidak begitu menarik untuk di bahas ( subjektif penulis ), dari hal ini kita dapat instropeksi diri, siapa kita dan bagaimana kita, sehingga kita mampu mengoptimalkan apa yang kita miliki, beruasaha menghilangkan kekurangan kita untuk mencapai sosok pribadi yang lebih baik : ).

 

 

 

 

 Image