Sebuah pertanyaan lahir tentang pengertian kenapa saya pesimis menatap bangsa dan Negara ini bakal memegang peranan penting dalam sejarah, memegang peranan penting dalam mempengaruhi kehidupan global, menjadi kiblat baru atau tidak sampai sejauh itu, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sebuah permasalahan dalam pelajaran sejarah kemanusiaan tentang peradaban menunjukkan bahwa, kekejaman serta kekuasaan mutlak lah yang dapat menorehkan tintanya dalam suatu historis, sebagai contoh, Firaun, kebudayaan suku Indian Kuno Amerika, kekejaman adalah anak dari spiritulalisasi.

Kita berbicara tentang pilihan, memilih dan dipilihkan untuk memilih, kita lebih suka untuk menjadi pemilih, yang kedua adalah membuat pilihan dan dipilihkan adalah salah satu dari yang terakhir bersama dipilihkan.

Manusia seperti dalam buku proff Jacoeb adalah mahluk yang tak pernah puas., tak pernah berhenti untuk gelisah. Bergerak kesana sini dan menggeliat, lelah diam kemudian bergerak pun sebaliknya.

Menjadi skeptis, atau menjadi ragu ragu bahwa kebenaran mutlak itu tidak ada, lebih fundamental lagi menyangsikan bahwa otak manusia tidak dapat menarik kesimpulan tentang kepastian dan kebenaran , lahir karena banyaknya benturan benturan ilmu pengetahuan, social, terlebih psikologikal. Karena kembali setiap sudut pandang tentang masalah pada setiap manusia berbeda beda. Sehingga pertempuran tersebut pun tidakk dapat di elakan lagi.