HUKUMAN MATI “PEMBUNUHAN BERENCANA YURIDIK”

death-penalty-chair

Beberapa bulan kemarin, Indonesia menjadi bahan perbincangan dunia karena melakukan eksekusi hukuman mati terpidana narkoba. Indonesia yang terkenal menganut paham demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia disamakan dengan Iran, Saudi dan Tiongkok. Terlepas dari permasalahan dalam kasus penyalahgunaan Narkoba, hukuman mati menjadi sorotan tersendiri saat ini untuk diterapkan di Indonesia.

Hukuman mati dalam pengertiannya adalah suatu hukuman atau bonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Tercatat hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktik hukuman mati, termasuk Indonesia. Dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktik hukuman mati. Ada hampir 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan, 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa, 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati, dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati.

Di Indonesia hampir sudah puluhan orang di eksekusi mati mengikuti KUHP peninggalan kolonial Belanda. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD 1945, pasal 28I ayat 1, menyebutkan: “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun“, tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Dengan alasan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Untuk menjaga hak hidup masyarakat, maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati.

pemberlakuan hukuman mati di suatu negara paling tidak akan memperbincangkan tiga aspek yang saling terkait, yaitu :

1). Konstitusi atau Undang-undang tertinggi yang dianut suatu negara dan bentuk pemerintahan yang dianutnya.

2). Dinamika Sosial, politik dan hukum internasional yang mempengaruhi corak berpikir dan hubungan-hubungan sosial di masyarakat.

3). Relevansi nilai-nilai lama dalam perkembangan zaman yang jauh sudah lebih maju.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa polemik tentang dibenarkannya hukuman mati bukan hanya soal keyakinan, cara pandang, pengalaman seseorang atau nilai ukur dari sudut pandang hukum, tetapi juga dengan relevansinya dengan konteks dimana hukuman mati akan diberlakukan. Penerapan hukuman mati juga harus benar-benar telah memperhatikan tentang kepastian hukum dengan pandangan hak asasi manusia secara menyeluruh. Memiliki nilai konsistensi dalam konstitusi sehingga perdebatan tentang penerapan hukuman mati berakhir dengan suatu rumusan yang bijak dan tetap menjunjung tinggi nilai hak asasi dan juga dengan nilai-nilai luhur kebudayaan manusia.

Beberapa teori yang mendukung hukuman mati antara lain adalah teori absolut, teori relatif dan teori gabungan.

  1. Teori Absolut : Dalam teori ini menegaskan bahwa siapa yang mengakibatkan penderitaan, maka pelakunya tersebut haruslah mendapatkan perlakuan yang serupa (menderita), teori ini berasal dari pendapat Immanuel Kant.
  2. Teori relatif : Teori relatif memandang bahwa pidana hukuman tergantung kepada efek yang akan dihasilkan dari penjatuhan hukuman pidana tersebut. Teori ini mengacu kepada pandangan Feurbach yang menegaskan bahwa penjeraan bukan melalui pidana, tetapi melalui ancaman pidana dalam perundang-undangan.
  3. Teori gabungan : Pada teori yang dimotori oleh Thomas Aquinas ini membedakan antara pidana sebagai pidana dan pidana sebagai obat. Ketika suatu negara menjatuhkan pidana, maka perlu diperhatikan pula fungsi prevensi umum dan prevensi khusus. Dengan tujuan terciptanya kepuasan nurani masyarakat dan pemberian rasa aman.

Sedangkan beberapa pandangan yang menolak hukuman mati antara lain adalah bahwa Hukuman mati dipandang sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang paling asasi, yaitu hak untuk hidup. Hak untuk hidup adalah hak yang paling fundamental, merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar, dikurangi, atau dibatasi   dalam keadaan apapun, baik itu dalam keadaan darurat, perang, termasuk bila seseorang menjadi narapidana. Selain itu secara sosiologis, tidak ada pembuktian ilmiah bahwa hukuman mati akan mengurangi tindak pidana tertentu. Artinya hukuman mati telah gagal menjadi faktor determinan untuk menimbulkan efek jera, dibandingkan dengan jenis hukuman lainnya.

Kajian PBB tentang hubungan hukuman dan angka pembunuhan antara 1988-2002 berujung pada kesimpulan bahwa hukuman mati tidak membawa pengaruh apapun terhadap tindak pidana pembunuhan dari hukuman lainnya seperti hukuman seumur hidup. Dan juga adanya paradoks dimana hukum yang bertujuan untuk melindungi hak-hak individu atau Hak Asasi Manusia (HAM) merampas tujuannya sendiri.

Dari bahasan diatas, secara tidak langsung menunjukkan bahwa wacana tentang penerapan dan penghapusan hukuman mati (death penalty) dalam konteks hukum Indonesia tampaknya masih akan menghangat dalam beberapa dekade kedepan. Perdebatan ini sejalan dengan dinamika hukum nasional dan internasional yang sangat pesat dalam setengah abad terakhir serta munculnya pendekatan-pendekatan baru dalam melihat dan menilai relevansi hukuman mati dalam konteks sistem hukum, bentuk dan asas negara, serta perubahan sosial, termasuk teknologi.

Pidana hukuman mati tidak akan pernah luput dari masalah pro dan kontra terutama terkait dengan eksistensinya. Hukuman mati memang layaknya sebagai pedang bermata dua, disatu pihak adalah melindungi dan mempertahankan hak-hak manusia, namun di pihak lain hukuman mati melukai hak-hak manusia itu sendiri. Dari sudut pandang penulis, dalam hal ini secara pribadi memandang hukum pidana hukuman mati adalah pembunuhan berencana yuridik seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. JE. Sahetapy. SH. Hukuman mati berlawanan dengan kodrat alam, dimana manusia pada hakikatnya dengan naluri dan insting yang ada padanya, manusia akan berusaha mempertahankan hidupnya dari segala ancaman atas dirinya.

Dengan kalimat sederhana, manusia secara naluri akan mempertahankan diri, saat mereka akan dijatuhi hukuman mati. Dengan pengecualian jika terpidana menerima hukuman mati yang telah ditetapkan mengingat perundang-undangan kedaruratan yang sangat serius, mereka telah mempergunakan hak mereka untuk mati (meski menjadi polemik tersendiri tentang hak untuk mati tersebut, kami akan coba bahas dilain kesempatan) sehingga eksekusi hukuman mati dapat segera dilaksanakan. Namun berbeda jika terpidana menolak hukuman mati tersebut, yang berarti terpidana masih menginginkan untuk terus bertahan hidup, mempertahankan hak asasi untuk hidupnya, maka haruslah dicarikan jalan keluar yang bijaksana dan adil. Yang menurut hemat penulis adalah dengan merubahnya menjadi hukuman seumur hidup, yang demikian dapat dilakukan dalam tingkat banding dan kasasi. Sehingga meskipun dia adalah terpidana hukuman mati, tetapi dia betul-betul dilindungi oleh hukum dan dihargai hak asasinya.

Russland, Hinrichtung von Partisanen

This image was provided to Wikimedia Commons by the German Federal Archive (Deutsches Bundesarchiv) as part of a cooperation project. The German Federal Archive guarantees an authentic representation only using the originals (negative and/or positive), resp. the digitalization of the originals as provided by the Digital Image Archive.

Sumber :

Beberapa Pandangan Tentang Hukuman Mati (Death Penalty) dan Relevansinya Dengan Perdebatan Hukum di Indonesia. Makaarim.

Halimy, Imron. 1990. Euthanasia. Cara Mati Terhormat Orang Modern. CV. Ramadhani.

Kajian Filosofis Tentang Hukuman Mati di Indonesia. Kompasiana.

Perspektif Aliran Filsafat Hukum. Cancergoxil.

KELELAHAN

Arsenal v RSC Anderlecht - UEFA Champions League Group Stage Matchday Four Group D

             Sumber Gambar : theguardian.com

Kelelahan adalah physical fatique dan mental fatique yang merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemuliham setelah istirahat, Kata kelelahan berakibat kepada pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh (Suma’mur, 1996).

Kelelahan biasanya berhubungan dengan cepat habisnya kapasitas anaerobik, atau kecilnya kapasitas anaerobik yang dimiliki.  Sedangkan dalam fisiologis otot kelelahan disebabkan oleh habisnya cadangan glikogen dalam otot,  transmisi signal dalam neuromuscular jungction berkurang, gangguan aliran darah akan mempercepat terjadinya kelelahan karena gangguan suplai nutrisi pada otot (Iryanti, 2010).

Dalam mensintesis molekul ATP membutuhkan proses metabolisme, Adenosin Three Phosphat adalah suatu ikatan yang memiliki energi tinggi yang merupakan bentuk penyimpanan energi dalam sel, sel akan selalu membentuk ATP untuk mencukupi energi yang dibutuhkan. Contoh penggunaanya adalah kontraksi dari otot. Penggunaan ATP untuk bekerja secara biologis dimana pemisahan ATP ini dilakukan dengan bantuan oksigen atau tanpa oksigen. Pada saat berlari dan berenang adalah contoh bahwa pemisahan ATP bisa dilakukan tanpa membutuhkan oksigen. Dalam metabolisme energi untuk suplai otot energi biasanya berasal dari proses anaerobik. Zat ini merupakan suatu senyawa yang selama aktivitas otot diubah menjadi adenosine difosfat atau ADP. Secara singkat dapat diartikan bahwa ATP diuraikan menjadi ADP + Energi (Clark, 2001).

Pada saat berlari, otot yang bekerja akan meningkatkan kecepatan metabolismenya untuk berusaha memenuhi kebutuhan akan energi. Metabolisme yang dapat menghasilkan energi paling cepat adalah metabolisme yang tidak menggunakan oksigen, tetapi metabolisme jenis ini akan menghasilkan sisa metabolisme berupa asam laktat. Penumpukan asam laktat di dalam otot ini adalah salah satu hal yang menyebabkan timbulnya rasa lelah pada otot (Giriwijoyo, 2010).

Otot yang cepat lelah dikatakan mempunyai ketahanan yang rendah. Kelelahan otot merupakan akibat dari ketidakmampuan kontraksi dan metabolisme serat-serat otot untuk terus memberi hasil kerja yang sama. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh gangguan pada :

Sistem saraf

Saraf tidak dapat mengirimkan impuls ke otot sehingga otot tidak berkotraksi.

Neuromuscular junction

Kelelahan semacam ini biasa terjadi pada fast twitch fibers. Chemical transmitter yang berkurang mengakibatkan impuls tidak dapat diteruskan.

Mekanisme kontraksi

Kontraksi otot yang kuat dan lama dapat menyebabkan kelelahan otot. Kelelahan otot  pada atlet berbanding lurus dengan penurunan kreatin fosfat, glikogen, dan ATP otot. Sedikitnya jumlah zat-zat tersebut mengakibatkan mekanisme kontraksi tidak dapat menghasilkan energi.

Sistem saraf pusat

Gangguan lokal sistem sensorik mempengaruhi pengiriman impuls ke susunan saraf pusat. Hal ini dapat menyebabkan hambatan ke sistem motorik sehingga kerja otot menurun.

CARA PENDEKATAN ANATOMI

149839_pameran-anatomi-manusia-di-budapest_663_382

               Sumber photo : Pameran Anatomi manusia di Budapest.

Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari mahluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi dan anatomi manusia. Dalam bahasan kali ini penulis mencoba memberikan penjelasan tentang cara pendekatan anatomi manusia yang dibagi menjadi tiga bagian pendekatan. Yaitu anatomi sistematis, anatomi regional dan anatomi klinis.

ANATOMI SISTEMATIS :

Anatomi sistematis adalah ilmu anatomi yang mempelajari tubuh sebaga rangkaian sistem organ.

  • Sistem Integumenter ( Dermatologi ): Sistem yang terdiri dari kulit (Integumer) dan adneksa (misalnya rambut dan kuku) dimana kulit membentuk pembungkus yang melindungi tubuh.
  • Sistem Kerangka ( Osteologi ): Terdiri dari tulang dan tulang rawan, sistem ini menunjang tubuh dan melindungi organ tubuh yang vital yang dapat kita contohkan seperti tulang rusuk (costa) dan Sternum yang melindungi organ jantung dan paru-paru.
  • Sistem Sendi ( Artrologi ) : Terdiri dari sendi dan ligamentum
  • Sistem Otot ( Miologi ) : Terdiri dari otot yang menggerakkan tubuh.
  • Sistem Saraf ( Neurlogi ) : Terdiri dari sistem saraf pusat (Otak dan Medulla Spinalis) dan sistem saraf tepi (saraf otak dan spinal, termasuk ujung tepi saraf motoris dan sensoris), sistem saraf berfungsi mengawasi dan mengkoordinasi organ tubuh dan struktur tubuh lainnya.
  • Sistem Sirkulasi ( Angiologi ) : Terdiri dari sistem kardiovaskuler dan sistem limfatik yang berfungsi secara sejajar, sistem kardiovaskuler ini terdiri dar jantung dan pembuluh darahyang mengantar darah melalui tubuh, sistem limfatik merupakan anyaman pembuluh limfe untuk menyerap jaringan limfe yang berlebih dari kompartemen cairan intraselular interstisial tubuh, menyaringnya dalam kelenjar limfe dan mengembalikannya ke dalam peredaran darah.
  • Sistem Pencernaan ( Gastroenterologi ) : Terdiri dari organ yang berkaitan dengan proses menelan, pencernaan dan absorpsi makanan.
  • Sistem Pernafasan ( Respirologi ) : Terdiri dari saluran udara dan paru-paru yang memasok oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
  • Sistem Kemih ( Urologi ) : Terdiri dari kedua ren, kedua ureter, vesica urinaria dan urethra yang masing-masing menghasilkan, menyalurkan, menyimpan dan secara berkala membuang urine.
  • Sistem Reproduksi : Terdiri dari organ genital yang mengurus soal reproduksi
  • Sistem Endokrin ( Endokrinologi ) : Terdiri dari kelenjar buntu, misalnya kelenjar glandula thyroidea yang menghasilkan hormon untuk dibawa kesemua tubuh oleh sistem sirkulasi, hormon mempengaruhi metabolisme dan proses lain dalam tubuh (misalnya siklus haid)

ANATOMI REGIONAL

Anatomi topografik adalah ilmu mengenai daerah tubuh manusia (misalnya Thorak dan Abdomen) cara dalam pendekatan ini menghubungkan / menelusuri hubungan struktural bagian tubuh pada daerah bersangkutan. Pelajaran antomi manusia kebanyakan menggunakan pendekatan regional ini.

ANATOMI KLINIS

Anatomi klinis adalah ilmu anatomi dengan cara mempelajari aspek struktur dan fungsi tubuh yang penting dalam praktek kedokteran dan ilmu kesehatan yang terkait.cabang ilmu ini mencakup pendekatan regional, sistemik dan menitikberatkan penerapannya secara klinis. Disamping itu teknik pembedahan dan pencitraan (radiografi) dimanfaatkan untuk memperagakan anatomi hidup. Kajian kasus merupakan bagian integral dari anatomi klinis.

Struktur tulang manusia dapat amat berbeda, karenannya variasi anatomispun umum dijumpai. Contohnya tulang kerangka berbeda satu dengan yang lain, tidak saja dalam hal bentuk dasar, tetapi juga dalam detail lebih kecil pada struktur permukaan. Juga terdapat variasi yang besar mengenai ukuran, bentuk dan jenis perlekatan otot. Demikian pula terdapat variasi dalam pola percabangan saraf dan arteri. Penyimpangan yang mencolok dari keadaan normal tersebut disebut dengan anomali, contohnya adalah cacat ekstremitas karena pemberian thalidomid pada masa prenatal.

Untuk mempelajari anatomi dengan mudah silahkan klik trik dan cara mudah belajar anatomi

Sumber : Anatomi Klinis Dasar. L.Moore. 1987.

VALENTINE DAY DAN ISIS

97179347213b7105c1c968d4e7b15ae0996f8dc3

Kenapa menulis judul yang dilihat tidak ada kaitannya sama sekali,apa hubungannya perayaan Valentine yang biasa dilakukan pada tanggal 14 Februari ini dengan gerombolan ISIS yang sedang hangat dibicarakan karena getol menyerang kekafiran dunia barat,

Judul ini saya dapatkan karena terinspirasi oleh sebuah tweet dari Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) yang dalam akun twitternya berkicau “ Yang ambil kesimpulan Valentine Day = Maksiat, sama dengan kesimpulan Islam = ISIS

Benar saja, sebuah kalimat sederhana yang sebenarnya menyentil pola pikir sempit bangsa Indonesia. Begitu banyak yang sibuk melakukan protes terhadap budaya barat yang sebenarnya sudah lama masuk di Indonesia ini, salah satunya dengan aksi pembakaran kondom yang dilakukan oleh KAMMI dan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Malang pada Selasa (14/2/2012) yang menuding bahwa Valentine merupakan budaya yang melegalkan hidup bebas, dan tak jarang mengarah kepada freesex. atau dari anjuran dari Ustad Felix Siauw “Maka Muslim tidak perlu merayakan atau ikut berpartisipasi dalam valentine apalagi mengarah pada melakukan hal-hal dilarang agama seperti zina,” ujar sosok yang baru masuk Islam itu, di Setiabudi Jakarta, Jumat (13/2).

Lalu bagaimana sebenarnya sejarah Valentine Day itu sendiri, dari banyak versi sejarah Valentine tidak lepas dari sosok Santo Valentinus yang menjadi martir karena menikahkan serdadu Romawi yang dilarang menikah oleh Kaisar Cladius II. Pembangkangan inilah pada akhirnya yang menjadikan nama Valentinus menjadi icon dari penamaan hari kasih sayang ini. Meskipun dari versi lain adalah tentang ritual kesuburan pada bulan Februari yang diadakan di Roma Kuno, para wanita berharap akan mendapatkan kesuburan dan kemudahan dalam proses melahirkan nantinya.

Budaya ini kemudian dibawa oleh mereka bangsa barat yang mengkolonialisasi di daerah jajahannya. Tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Dari hal ini kita seharusnya menarik kesimpulan bahwa Valentine Day merupakan hari yang menyimbolkan kasih sayang,bahwa manusia memiliki naluri untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama. Bukan hanya berorientasi kepada pemikiran sex bebas dan pikiran picik lainnya. Cinta adalah hal terbesar dan terumit yang menjadi pembahasan dalam psikologi manusia. Betapa besar risiko yang diambil oleh Santo Valentine haruslah menjadi contoh, tidak peduli apa agama mereka, apa suku mereka, apa bahasa mereka, selama mereka mengajarkan kita tentang keberanian, kasih sayang, dan nilai-nilai kebaikan lainnya tidak ada salahnya tentu untuk kita terima.

Dan Valentine Day bukanlah sebuah ritual keagamaan, meski dalam sejarahnya sebagian mengacu kepada ritual pagan kuno, tetapi dalam era modern saat ini tentu harusnya kita berpikir dewasa dan dapat mengambil hikmah apa yang kita pelajari. Santo Valentinus adalah martir yang mengajari kita tentang kemanusiaan, begitu juga dengan sosok sosok lainnya, seperti Bunda Teresa, Che Guevara, Mahatma Gandi, Gus Dur, Jhon Lenon dan masih banyak lagi sosok-sosok yang mengajari kita menjadi manusia yang welas asih terhadap sesama.

Lalu jika kita dihadapkan pertanyaan, kenapa harus dirayakan setiap satu tahun sekali? Bukankah kasih sayang bisa diberikan kepada siapapun setiap hari. Benar, ya kasih sayang bisa dan memang harus kita berikan kepada siapapun, manusia, binatang, alam setiap harinya. Lalu kenapa harus dilakukan hari perayaan kasih sayang? Akan saya jawab, sebagai contoh adalah kenapa kita merayakan hari Ibu. Bukankah kita seharusnya selalu mengingat Ibu, berbakti dan sayang terhadap Ibu kita setiap hari?

Seperti sebuah jawaban yang saya berikan kepada yang bertanya kepada saya. “Hari perayaan adalah hari dimana kita diajarkan untuk mengingat kembali, menyadarkan kita bahwa kita masih memiliki sesuatu yang mungkin terkadang kita lupa. Mungkin di hari Ibu kita diingatkan bahwa terkadang kita sibuk terhadap rutinitas kerja dan persoalan rumah tangga sampai terlupa dengan Ibu kita, sampai pada hari Ibu datang, kita teringat kembali dalam memori kita dan terkadang berpikir tentang bagaiamana kabar Ibu, dan sering kita menangis bahwa kita telah banyak salah terhadap beliau dimasa lalu, perasaan sebagai anak yang tidak berbakti muncul, dan kemudian serta merta kita mengambil Handphone dan menghubungi Ibu, mengucapkan selamat hari Ibu, menangis meminta maaf, dan seperti biasa Ibu akan memaafkan dan kemudian kita akan diajak bercerita tentang masa kecil kita bersama Ibu, masa masa yang hangat dan kita rindukan, hingga tidak sadar kita tersenyum sendiri mengingat tingkah polah kita. Itulah sebuah makna, tentang suatu hari dimana bertujuan untuk merefill kembali perasaan yang mungkin terlupa oleh kesibukan kita. Begitu juga dengan Hari Valentine, dalam hari ini saya menarik nilai positif bahwa dalam Valentine Day kita diajarkan bahwa terkadang kita lupa menjadi manusia yang welas asih, terkadang kita tidak bisa bersikap romatis dan manis kepada pasangan, bersikap sayang dan hangat kepada sesama. Karena kasih sayang itu luas, karena kasih sayang tidak terbatas kepada pasangan kita”

Lalu kenapa Valentine diidentikkan dengan Sex Bebas? Hal ini karena mereka hanya memandang sempit hari kasih sayang tersebut. Seperti sebuah kalimat “Cinta itu menjaga, menghidupi bukan merusak dan membunuh” jika kasih sayang hanya untuk pengahalalan sex bebas, maka mereka tidak pernah memahami apa itu kasih sayang, apa itu cinta. Begitu juga dengan mereka yang berteriak bahwa Valentine adalah budaya penghalan sex bebas.

Jika berdalih bahwa hal ini didukung dengan banyaknya Mall atau Swalayan yang menjual coklat dibarengi dengan kondom, apakah berarti coklat dan kondom salah? Sebenarnya saya cukup geli dengan pemikiran yang konyol sampai harus membakar kondom. Apa salah kondom? Kondom sendiri berfungsi dalam KB. Kalau mereka menjual coklat dibarengi kondom mungkin target penjualan mereka adalah mereka yang sudah berkeluarga, kenapa berpikir positif saja begitu sulit. Kalaupun dihadapkan pada pilihan, saya tentu akan membeli coklat yang tidak dibarengi dengan kondom untuk kekasih saya, atau untuk siapa saja, anak kecil dan orang-orang yang tidak mampu lainnya, agar mereka tahu bahwa masih ada hari dimana manusia mengingat kembali bahwa mereka memiliki kasih sayang, bahwa manusia masih bisa menjadi manusia ditengah kerasnya hidup. Meski tidak dipungkiri ada nilai-nilai kapitalis dalam perayaan Valentine ini. Tapi yang perlu digaris bawahi lagi adalah bahwa Valentine Day tidak harus selalu membeli coklat, meski hari ini identik dengan coklat. Kita anggap simbolis saja untuk sebagian keperluan mereka, tetapi pada dasarnya kita diingatkan kembali untuk saling menyayangi, mengasihi, dan mencintai sesama, alam dan tentu diri kita.

Lalu dimana ISIS dalam pembahasan ini?

Saya hanya akan bertanya: Apakah anda setuju jika ISIS adalah pencerminan ISLAM ?

Tentu yang beragama Islam akan bilang bahwa ISIS bukanlah gambaran dari ISLAM, tentu kita akan menolak penggeneralisasian tersebut, penggeneralisasian sempit tentang sesuatu yang mungkin kita tidak pernah tahu tentang sesuatu itu apa. Seperti yang John Lenon katakan “DON’T HATE WHAT YOU DON’T UNDERSTAND!” Sebuah pesan yang saya tangkap untuk tidak lekas-lekas membenci sesuatu sampai benar-benar mengerti, dari sikap inilah kita menjadi tidak lekas mudah antipati terhadap sesuatu, berpikir kritis dan tentu saja tidak mudah untuk lekas menggeneralisasikan sesuatu secara sempit.

Jadi masihkah berpikir bahwa Valentine Day adalah perayaan untuk melegalkan Sex Bebas? Ritual keagamaan kaum kafir? PLEASE OPEN YOUR MIND :)

10654920_606916229426059_1412947063_a

Lomba Menulis Novel Sastra

provocartive adalah penerbit baru yang berusaha dirintis oleh tiga orang anak muda yang lelah menjadi budak korporat dan saat ini berdomisili di Solo. Saat ini kami sedang mencari beberapa naskah novel yang bermuatan sastra untuk diterbitkan.

Lomba Menulis Novel Sastra

Tema bebas
provocartive

Adapun kriteria naskah novel sastra yang sedang kami cari adalah sebagai berikut:
1. Tema naskah bebas, tetapi bukan teenlit.
2. Teknik penulisan harus taat EYD (tidak menggunakan bahasa alay dan bahasa gaul), alur cerita rapi dan jelas, konflik jelas dan menarik, setting waktu dan tempat digarap secara mendetail, bahasa yang indah, dan diprioritaskan yang mempunyai gaya penceritaan yang khas dan baru (eksperimental).
3. Tebal naskah: 100–150 halaman, Times New Roman 12 pts. Ukuran margin default Microsoft word. Spasi 1,5.

Prosedur pengiriman naskah:
1. Naskah lengkap dikirim dalam bentuk file (word), termasuk sinopsis dan biodata ke alamat email provocartive@yahoo.c­om
2. Sertakan tagar #NOVELSASTRA pada subjek atau judul email.
3. Naskah dikirim dalam bentuk lampiran. Badan email silakan dikosongkan.
4. Wajib follow akun twitter (@provocartive) atau like fans page facebook (provocartive) atau keduanya, kemudian lakukan konfirmasi pengiriman naskah dengan melakukan mention akun twitter dan facebook provocartive.

Lomba Menulis Novel Sastra

Batas pengumpulan naskah novel akan ditutup pada tanggal 31 Maret 2015. Naskah terpilih akan segera kami terbitkan sesuai dengan prosedur penerbitan buku di provocartive. Naskah terpilih akan kami umumkan pada tanggal 15 April 2015 di akun twitter, facebook, dan blog provocartive.
Informasi mengenai penjaringan naskah ini dapat ditanyakan di

Email: provocartive@yahoo.c­om
Twiter: @provocartive
facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=704975856222184

selengkapnya di: http://infolombanulis.blogspot.com/2015/02/lomba-menulis-novel-sastra-berhadiah.html#ixzz3QwcXQhsK
Follow us: @infolombanulis on Twitter | Infolombanulis on Facebook

PERISTIWA MALARI DAN PELAJARAN PENTING BAGI BANGSA INDONESIA

dsbsekPeristiwa Malari, 10 tahun sebelum munculnya novel Orwell 1984. Sebuah gambaran khas tentang sebuah kecemasan kekuasaan yang tidak ingin digulingkan oleh kekuatan-kekuatan di luar dirinya.

Peristiwa Malari tentu tidaklah sebesar peristiwa G30S atau sehangat tragedi Mei 1998. Kita akan memaklumi karena peristiwa ini telah lama dilupakan dan tidak lagi diangkat kisahnya di media-media nasional kita. Kita juga mahfum bahwa media yang kita miliki tidak begitu tertarik untuk mengupas kembali peritiwa-peristiwa yang telah usai, kecuali media tertentu saja yang memang konsen dengan hal-hal tersebut. Sehingga wajarlah banyak generasi saat ini yang tidak begitu benar mengerti sejarah bangsanya sendiri.

Lalu apa menariknya dari peristiwa 15 Januari 1974 yang kemudian dikenal degan peristiwa Malari ini. Tak lain adalah bahwa peristiwa ini menjadi tonggak hari dimana pemerintahan Orba berlaku diktator dengan menggulung semua lawan-lawan politiknya. Puncak akumulasi ketegangan permasalahan politik, ekonomi dan sosial berhasil dimanfaatkan oleh Orba sebagai momentum untuk memantapkan diri di posisi pemerintahan.

Krisis-krisis tersebut antara lain adalah ketegangan soal datangnya pakar ekonomi Belanda, penanaman modal asing dari Jepang dengan di tandai datangnya PM Tanaka dari Jepang. Sikap mahasiswa yang tegas terhadap penolakan kapitalisme ekonomi ini ditambah bumbu dengan permasalahan isu dana pembangunan Taman Mini Indonesia Indah yang memakai dana anggaran Negara yang pada saat itu perekonomian Indonesia sedang jatuh, adanya kekuasaan Asisten Pribadi Presiden yang di isi kebanyakan oleh para Jendral yang dalam posisinya dinilai lebih memiliki kekuasaan daripada menteri dan kabinet. Dan persoalan undang-undang perkawinan yang dinilai oleh kaum agama sebagai bentuk pengurangan peran agama dalam pemerintahan.

Krisis ini memancing aksi dari kalangan mahasiswa dan kaum agama, meski tidak begitu dalam satu jalur, tetapi pada intinya ada rasa ketidakpuasan terhadap pemerintahan. Peliknya persoalan ini juga menjadi lahan uji kekuatan lain oleh para jendral yang sedang berseteru dalam menunjukkan kekuatannya. Yang paling menonjol adalah perseteruan antara Ali Moertopo dan Soemitro. Yang pada akhirnya dimenangkan oleh Ali dengan dipecatnya Soemitro sebagai kepala Komkamtib.

Teringat tentang Karl Marx, bahwa sejarah jika terulang hanya akan menjadi dua bentuk, yang pertama adalah sebagai lelucon, dan yang kedua adalah tragedi. Bangsa ini haruslah menjadi bangsa yang banyak belajar tentang sejarahnya kembali, agar hanya pengulangan sejarah adalah tragedi, bukan kebodohan dalam bentuk lelucon. Yang terulang bukanlah sebuah drama dengan hanya berganti orang dalam memaikan peranannya.

Setidaknya bersyukur bahwa reformasi telah memberikan bangsa ini ruang yang lebih terbuka untuk memberikan kritik terhadap pemerintah tanpa takut adanya tindakan penangkapan paksa ataupun penghilangan. Jadi momentum reformasi yang melahirkan demokrasi bisa menjadi senjata dan pengingat bahwa saat kekuasaan mulai tidak bersahabat dengan kritik dan lawan politiknya dengan ditandai adanya pengekangan dan pembersihan paksa, maka rakyat haruslah bersiap untuk maju dan melawan benih sikap yang akan menjadi arogan dan diktator.

Belajar dari sejarah tentu akan menghantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih banyak belajar bahwa kediktatoran bukanlah cara yang baik dalam mengatur pemerintahan negara. Kebebasan berpendapat haruslah tetap ditumbuh kembangkan untuk menjadi isnpirasi dari sistem pemerintahan yang ada, keterbukaan pemikiran mampu menciptakan sumbangan dalam membentuk pemerintahan yang inovatif dan berkesesuaian dengan kehendak rakyat.

kesalahan dalam pemerintahan tidak bolehlah terjadi dalam pemerintahan di masa yang akan datang. Efek dari sikap dan kebijakan yang diambil pemerintah haruslah menjadi pelajaran yang penting bagi rakyat ataupun bangsa sendiri.

 

LATIHAN AEROBIC DAN ANAEROBIC DENGAN TIPE OTOT

Jika tipe otot dapat diklasifikasikan kedalam tipe I dan II berdasarkan fungsi gerakan dan diukur dengan metabolisme yang dilakukan. Maka bisa dikatakan juga bahwa otot bisa terbagi menjadi otot aerobik dan otot anaerobik?

Seperti diketahui bahwa dalam mekanisme kontraksi otot menggunakan ATP sebagai sumber energi, yang dalam penyediaan energi ATP tersebut tipe otot memiliki jumlah yang berbeda, seperti pada tipe otot I atau yang bersifat slow, tipe otot ini memiliki ATP dalam jumlah banyak, sedangkan pada tipe otot II yang bersifat fast, memiliki ATP dalam jumlah sedikit dan sebagian lain masih disimpan dalam bentuk ADP.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penilaian tentang tipe otot adalah kecepatan penyediaan energi dan nutrisi sampai di dalam proses kontraksi otot. Yang jika diurutkan dalam porses metabolisme secara general ke lokal adalah, adanya kemampuan fungsi optimal dari sistem kardiorespirasi, 2) Co-Enzim yang mengaktifkan enzim. Misal Acetyl Co-Enzim A untuk mengaktifkan Co-Enzim A dalam siklus Kreb, 3) Ketersediaan enzim sebagai katalisator reaksi. Misalkan Myokinase untuk pembentukan ATP di otot, dan 4) Mass action atau kemampuan suatu substansi dalam menimbulkan reaksi yang luas, misalkan oksigen.

Yang menjadi persoalan lagi adalah bahwa penyediaan sumber bahan oksidasi untuk pembentukan ATP yang bisa berasal dari Protein, Karbohidrat dan Lemak, hal ini tentu akan berpengaruh terhadap latihan dari suatu otot, mengingat proses dan hasil dari sintesis ketiga kandungan tersebut. Lemak lebih cepat dalam proses pencapaian pembentukan Acetyl Colin A dibandingkan dengan Karbohidrat dan Protein. Oleh karena itu lemak menjadi sumber pembentukan energi yang tepat untuk gerakan dengan metabolisme Aerobik. Proses pembentukan seperti ini berkesuaian dalam mencukupi kebutuhan energi dalam waktu yang lama.

Seseorang yang melakukan latihan aerobik akan mendapatkan respon tubuh dalam hal metabolisme energi dan peningkatan stamina (Kapiler meningkat, penurunan lemak, dan peningkatan FFA)

Meskipun demikian, dalam pembentukan kekuatan otot, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi, diantaranya adalah panjang otot, kecepatan kontraksi, besarnya otot, kontrol neuro muskular, jenis kelamin, jumlah motor unit yang terangsang, frekuensi rangsangan dan kelas leverage.

Jenis latihan aktif ada dua macam yaitu Aerobik dan Anaerobik, latihan yang menjadi pertanyaan apakah berkesuaian dengan tipe otot I dan II. Latihan aerobic adalah latihan yang pada saat berlangsung kebutuhan energi dapat selalu terpenuhi oleh tubuh. Oleh karena itu metabolisme energi di dominasi oleh lemak. Ciri-ciri latihan aerobic adalah memiliki pola gerakan lambat, intesitas latihan sedang, sekitar 60% VO2Max dengan HR=HR rest + 60% (220-Usia), melibatkan otot sebanyak mungkin, pengulangan gerak minimal 6 kali, lama latihan minimal 30 menit. 3 kali dalam satu minggu.

Efek yang diperoleh dari latihan aerobic ini adalah adanya peningkatan stamina dan penurunan obesitas karena adanya pembakaran lemak. Sedangkan untuk latihan anaerobic adalah kebutuhan O2 pada saat latihan tidak dapat langsung terpenuhi oleh tubuh, sehingga latihan tidak dapat berlangsung lama, hanya berkisar 10-15 detik dan metabolisme energi didominasi oleh sistem phosphagen. Hal ini berakibat cepatnya meningkat kadar asam laktat. Ciri-ciri latihan anaerobic adalah memiliki gerakan cepat, intensitas latihan yang tinggi sekitar 80%VO2Max, yang terlibat dalam latihan hanya kelompok otot tertentu, pengulangan gerak tidak perlu banyak dan latihan dapat dilakukan sesering mungkin.

Latihan anaerobic ini memiliki efek yang tidak lain adalah adanya peningkatan kekuatan otot, dan peningkatan kecepatan gerak. Dalam setiap latihan kita tidak boleh melupakan dua komponen utama dalam sebuah latihan, yaitu pemanasan (warming up) dan pendinginan (cooling down). Warming up perlu dilakukan untuk meminimalisasi defisit oksigen, dan mempersiapkan neural control dan sistem kardiovaskular, sedangkan fungsi utama cooling down adalah untuk resintesa ATP-CP pada fase alactacid saat grafik menurun tajam dan resintesa glycogen dan oksidasi asam laktat saat grafik menurun landai.

Asam laktat akan dikonversi menjadi glycogen di otot, dan langsung di konversi menjadi ATP, menjadi asam piruvat yang selanjutnya akan masuk ke siklus Kreb à electron transfer system à ATP.