a) Kolesterol Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh, terutama di dalam hati (Heslet dalam Kotiah, 2007). Molekul kolesterol memiliki gugus polar pada bagian kepalanya yaitu gugus hidroksil pada posisi 3. Bagian yang lain merupakan struktur non polar yang relatif kaku.

9

 

Kolesterol dan turunan esternya, dengan lemak berantai panjang adalah komponen penting dari lipoprotein plasma dan membran sel (Lehninger, 1990). Kolesterol diperlukan tubuh untuk membentuk hormon seks, vitamin D, dan garam empedu (Heslet dalam Kotiah, 2007). Menurut Muchtadi et al, (1993), kolesterol diangkut oleh darah dalam bentuk terikat dalam lipoprotein plasma. Lipoprotein plasma meliputi :

  1. Kilomikron

Pada jenis lipoprotein ini kandungan lemaknya tinggi, densitas rendah komposisi trigliserida tinggi, dan membawa sedikit protein (Krisnatuti dan Rina, 1999,). Kilomikron dibentuk dari triasilgliserol, kolesterol, protein dan berbagai lipid yang berasal dari makanan yang masuk usus halus (Stryer, 1996). Pada peredaran kilomikron, triasilgliserol dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase menghasilkan residu yang kaya kolesterol disebut sisa kilomikron dan dibawa ke hati.

  1. Very low desity lipoprotein (VLDL)

VLDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya sangat rendah. Jenis lipoprotein ini memiliki kandungan lipid tinggi. Kira-kira 20% kolesterol terbuat dari lemak endogenus di hati. Di dalam tubuh senyawa ini difungsikan sebagai pengangkut trigliserida dari hati ke seluruh jaringan tubuh. Wirahadikusumah (1985, dalam Kotiah, 2007), menjelaskan bahwa sisa kolesterol yang tidak diekskresikan dalam empedu akan bersatu dengan VLDL sehingga menjadi LDL. Dengan bantuan enzim lipoprotein lipase, VLDL diubah menjadi IDL dan selanjutnya menjadi LDL.

  1. Low density lipoprotein (LDL)

LDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya rendah. Lipoprotein ini membawa lemak dan mengandung kolesterol yang sangat tinggi, dibuat dari lemak endogenus di hati. LDL ini diperlukan tubuh untuk mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh jaringan tubuh. LDL berinteraksi dengan reseptor pada membran sel membentuk kompleks LDL-reseptor. Kompleks LDL-reseptor masuk ke dalam sel malalui proses yang khas, yaitu dengan pengangkutan aktif atau dengan endositosis.

LDL merupakan kolesterol jahat karena memiliki sifat aterogenik (mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah dan mengurangi pembentukan reseptor LDL). Hal ini akan menyebabkan terjadinya kenaikan kadar kolesterol-LDL. Kelebihan kolesterol dalam pembuluh darah akan dikembalikan oleh HDL ke hati dan mengeluarkannya bersama empedu (Heslet, 1996). Oleh karena itu, pada pengobatan penurunan kandungan lemak difokuskan untuk menurunkan kadar LDL. Kandungan LDL normal kurang dari 130 mg%. Kalau kandungan LDL 130-155 mg% berarti seseorang dianggap berisiko sedang, sedangkan kadar lebih dari 160 mg% berarti berisiko tinggi.

  1. Intermediate density lipoprotein (IDL)

Dalam Wikipedia dikatakan bahwa IDL merupakan bagian dan tersusun dari degradasi LDL. IDL adalah salah satu dari lima grup mayor lipoprotein yang tersedia pada kegemukan dan kolesterol untuk memindahkan dengan solusi water based dari aliran darah. Masing-masing bagian dari partikel IDL terdiri dari protein yang melingkari varian fatty acid, tersedia sebagai partikel pelarut air, yang mana fatty acid berpindah pada lingkungan darah cair sebagai bagian dari system transport dengan tubuh. Ukuran diameter pada umumnya, 25-35 nm.

  1. High density lipoprotein (HDL)

HDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya tinggi. Membawa lemak total rendah, protein tinggi, dan dibuat dari lemak endogenus di hati. Oleh karena kandungan kolesterol yang lebih rendah dari LDL dan fungsinya sebagai pembuangan kolesterol maka HDL ini sering disebut kolesterol baik. HDL ini digunakan untuk mengangkut kolesterol berlebihan dari seluruh jaringan tubuh untuk dibawa ke hati. Dengan demikian, HDL merupakan lipoprotein pembersih kelebihan kolesterol dalam jaringan. Kalau kadar HDL dalam darah cukup tinggi, terjadinya proses pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah pun dapat dicegah. Kolesterol yang diangkut ke hati terutama berupa kolesterol yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan empedu dan hormon. Kandungan HDL dikatakan rendah jika kurang dari 35 mg% pada pria dan kurang dari 42 mg% pada wanita.

HDL dalam plasma darah akan mengikat kolesterol bebas maupun ester kolesterol dan mengangkutnya kembali ke hati. Selanjutnya, kolesterol yang terikat akan mengalami perombakan menjadi cadangan kolesterol untuk sintesis VLDL. Tingginya kadar HDL dalam darah akan mempercepat proses pengangkutan kolesterol ke hati, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penimbunan kolesterol dalam pembuluh darah (Wirahadikusumah, 1985).

Sebagian kolesterol dalam tubuh diekskresikan dalam bentuk empedu, baik empedu bebas maupun asam empedu (Ganong, 1983,). Asam empedu yang disintesis hati dengan bantuan enzim 7α-hidroksilase, akan diekskresikan dalam usus, diserap kembali oleh hati melalui sirkulasi portal (Murray et all., 1997). Sebagian kecil asam empedu yang tidak diserap kembali akan dikeluarkan dari tubuh bersama feses.

LDL mengalami perombakan menghasilkan kolesterol bebas dan komponen apoprotein. Sebagian kolesterol diangkut ke dalam membran (reaksi 11 dan 13) bersama-sama dengan lapis ganda fosfolipid membentuk komponen penting dari struktur membran. Kolesterol juga dipakai sebagai pra zat untuk berinteraksi dengan hormon steroid (reaksi 9), asam empedu (reaksi 10), dan senyawa steroid lainnya.

Bila jumlah kolesterol melebihi batas normal, berbagai proses akan terinduksi untuk mengimbangi kelebihan kolesterol. Aktivitas HMG-KoA reduktase mikrosom dan HMG Ko-A sintase (reaksi 1 dan 2) dihambat. Laju katabolisme kolesterol (reaksi 10) naik karena adanya rangsangan terhadap enzim 7α-hidroksilase. Asil Ko-A kolesterol asiltransferase dirangsang sehingga kolesterol berlebih diubah oleh asam lemak bebas menjadi senyawa esternya, disimpan dalam sitoplasma (reaksi 8 berjalan ke kanan), sedangkan biosintesis reseptor lipoprotein ditahan. Produksi molekul reseptor berkurang (reaksi 6 dan 7 dihambat). Makin banyak kolesterol menyebabkan pengangkutan kolesterol ke dalam membran (reaksi 11, 13, dan 15) meningkat. Proses pengeluaran kolesterol melalui VLDL dari sel hati atau dengan HDL dari sel tepi akan naik apabila reaksi 11, 12, dan 14 dirangsang (Wirahadikusumah, 1985).

Sebaliknya bila jumlah kolesterol lebih sedikit daripada yang diperlukan, kolesterogenesis akan dirangsang, katabolisme kolesterol (reaksi 10) serta proses pengangkutan kolesterol (reaksi 11, 12,14) berkurang, sedangkan pengambilan dari luar melalui lipoprotein akan naik (reaksi 6 dan7 dirangsang). Jumlah kolesterol yang rendah akan merangsang kolesterogenesis dengan meniadakan penekanan sintesis enzim HMG Ko-A reduktase dan HMG Ko-A sintase (reaksi 1, 2, dan 3 dirangsang). Hasil reaksi katabolisme kolesterol 7β-hidroksikolesterol dan asam empedu akan menghambat kegiatan enzim kolesterol 7α-hidroksilase melalui penghambatan balikan sehingga menurunkan laju reaksi perubahan kolesterol menjadi 7β- hidroksikolesterol (reaksi 10 terhambat). Reaksi pembentukan ester kolesterol dengan asiltransferase akan berjalan ke kiri sehingga kolesterol banyak terbentuk (reaksi 8 berjalan ke kiri). Biosintesis reseptor lipoprotein naik karena jumlah molekul reseptor bertambah (reaksi 6 dan 7 dirangsang). Proses pemasukan kolesterol ke dalam membran berkurang mengakibatkan pengangkutan kolesterol ke dalam membran menurun (Wirahadikusumah, 2005).

Apabila seseorang tidak mengkonsumsi kolesterol maka hati akan mensintesisnya dari asam lemak. Masukan kolesterol merupakan faktor terpenting yang menentukan kadar kolesterol dalam darah. Peningkatan kolesterol dalam darah merupakan faktor risiko yang penting pada penyakit jantung, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kadar LDL dan Penurunan kadar HDL-kolesterol (Krisnatuti dan Rina, 1999).

Pengaturan metabolisme kolesterol akan berjalan normal apabila jumlah kolesterol dalam darah mencukupi kebutuhan dan tidak melebihi jumlah normal yang dibutuhkan. Kadar kolesterol normal pada manusia adalah < 200 mg%. Kadar kolesterol dikatakan tinggi apabila kadarnya melebihi 240 mg%. Berbagai sumber menyebutkan apabila kadar kolesterol melebihi normal, bahkan melebihi 240 mg% maka beresiko terserang penyakit jantung koroner (Alhanin, 2001).

Bambang (2004), menyebutkan bahwa selama dalam peredaran darah, ada kecenderungan kolesterol menempel pada dinding pembuluh darah sehingga mempersempit pembuluh tersebut. Proses ini terjadi karena sifat dari LDL yang sangat arterogenik. Kondisi demikian akan membuat aliran darah menjadi tidak lancar dan lemak terlarut dalam darah semakin tidak mencukupi proses metabolisme sehingga mengganggu keseimbangan kebutuhan oksigen dan penyediaan oksigen.

Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Tetapi bila kolesterol dalam tubuh berlebih akan tertimbun didalam dinding pembuluh darah  dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.

Sebagian besar lemak yang terdapat di dalam tubuh akan masuk ke dalam kategori asam kolesterol dan triasigliserol; gliserofoslipid; eikosanoid; kolesterol, garam empedu dan hormone steroid, serta vitamin larut lemak. Lemak-lemak ini memiliki fungsi dan struktur kimia yang sangat beragam. Namun, mereka memiliki satu sifat yang sama yaitu relatif tidak larut dalam air (Marks, 2000).

Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O2), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak) seperti petroleum benzene dan ether. Lemak dalam tubuh berfungsi untuk cadangan tenaga, bantalan organ-organ tubuh tertentu, memberikan fiksasi organ tubuh tersebut seperti biji mata dan ginjal, isolasi sehingga panas tubuh tidak banyak keluar, mempertahankan tubuh dari gangguan-gangguan luar seperti pukulan atau bahan berbahaya seperti zat kimia yang dapat merusak jaringan otot dan memberi garis-garis bentuk tubuh yang baik (Suniar, 2000).

Lemak yang terdapat dalam makanan akan diuraikan menjadi kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas pada saat dicerna dalam usus. Keempat unsur lemak ini akan diserap dari usus dan masuk kedalam darah. Kolesterol dan unsur lemak lain tidak larut dalam darah. Agar dapat diangkut dalam aliran darah, kolesterol bersama dengan lemak-lemak lain (trigliserida dan fosfolipid) harus berikatan dengan protein untuk membentuk senyawa yang larut dan disebut dengan lipoprotein.

Kilomikron merupakan liprotein yang mengangkut lemak menuju ke hati. Dalam hati, ikatan lemak tersebut akan diuraikan sehingga terbentuk kembali keempat unsur lemak tersebut, dan asam lemak yang terbentuk akan dipakai sebagai sumber energi atau bila jumlahnya berlebih akan disimpan dalam jaringan lemak. Bila asupan kolesterol tidak mencukupi, sel hati akan memproduksinya. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL ( Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL ( High Density Lipoprotein ) untuk dibawa kehati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan dalam 1 gram lemak mengandung 9 kalori. Lemak ada yang berasal dari hewan (lemak hewani) dan ada pula yang dari tumbuhan (lemak nabati). Lemak mulai dicerna dalam usus halus yang kemudian diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan lemak monogliserida. Sebagian besar masuk ke sel-sel selaput lendir usus untuk dibentuk menjadi trigliserida. Sebagian  bergabung dengan protein dan kolesterol sehingga terbentuk lipoprotein. Sisanya diserap langsung sebagai asam-asam lemak dan gliserol. Lemak dalam tubuh kita terdiri dari tligriserida asam lemak  (fatty acid) dan kolesterol (Achmad,2000).

Kadar kolesterol yang tinggi perlu diwaspadai karena merupakan cikal bakal proses penyumbatan pembuluh darah, terlebih lagi bila yang meninggi adalah kadar kolesterol LDL, yang kita kenal sebagai lemak “jahat”. Kalau kita lihat mekanisme pembentukan sumbatan pembuluh darah diatas, LDL semakin berbahaya bila mempunyai ukuran kecil dengan kepadatan tinggi atau yang kita kenal sebagai LDL-kecil-padat. Klasifikasi  LDL dan HDL Kolesterol, Total kolesterol dan Triglycerides disajikan di bawah ini.

Tabel 2.1 Klasifikasi  LDL dan HDL Kolesterol, Total kolesterol dan Triglycerides

 

Klasifikasi

LDL

HDL

Total Kolesterol

Trigliserid

Rendah

-

< 40

-

-

Yang diperlukan

-

-

< 200

-

Normal

-

-

-

< 150

Optimal

< 100

-

-

-

Mendekati optimal

100-129

-

-

-

Batas normal tertinggi

130-159

-

200-239

150-199

Tinggi

160-189

> 60

> 240

200-499

Sangat Tinggi

> 190

-

-

> 500

 

 Source: National Heart, Lung, and Blood Institute

     (http://id.inaheart.or.id/?p=32)

a)      Kolesterol Menyebabkan Sumbatan pada Pembuluh Darah

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL tersebut menyusup ke dalam Iintima. LDL demikian disebut LDL kecil padat.

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dapat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah. Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.

Uraian tersebut diatas menunjukan bahwa terjadinya sumbatan pada pembuluh darah tidak semudah yang kita bayangkan.

b)      Menurunkan Kolesterol yang Berlebih

Buah-buahan dan sayuran secara alami memiliki banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh manusia serta bebas kolesterol. Selain memperhatikan manfaat dari buah dan sayuran, kita perlu juga memperhatikan cara pengolahan dan penyajian supaya zat-zat penting yang terkandung di dalamnya agar tak hilang. Dalam memasak, harus diperhatikan lama pemasakan dan panas yang digunakan. Begitu pula dalam mengupas buah. Sebaiknya tidak terlalu banyak membuang bagian kulitnya karena pada bagian dekat permukaan kulit tersebut banyak mengandung vitamin dan mineral penting. Beberapa buah-buahan bahkan dianjurkan dimakan bersama kulitnya seperti apel, jambu biji, dan pir.

Adapun sayur dan buah-buahan yang bermanfaat dalam menurunkan kolesterol, antara lain : Alpukat, anggur, kedelai, bawang putih, teh hijau, serta ikan laut.

Anggapan mengenai tingginya kolesterol dalam darah hanya bisa terjadi pada manula atau mereka yang usianya sudah kepala empat, sungguh salah besar.

Tips menurunkan kolesterol:

  1. Hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman berminyak, berlemak, dan mengandung kolesterol tinggi. Contoh: jeroan, kepiting, udang, kerang, kacang-kacangan, daging, santan, minyak, margarin, cokelat, dan gula.
  2. Olahraga
    Tubuh manusia sangat susah mengeluarkan kolesterol. Agar kolesterol tidak menumpuk maka harus dikeluarkan secara paksa. Caranya dengan banyak beraktivitas fisik. Lakukan olahraga rutin minimal 20 menit setiap hari.
  3. Memperbanyak konsumsi makanan dan minuman yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Semua buah dan sayuran mengandung serat. Jadi, semua buah dan sayuran juga mampu menurunkan kolesterol. Serat dapat mengikat kolesterol sehingga tak beredar dalam darah. Sedangkan vitamin C untuk homeostasis alias pengatur keseimbangan kolesterol. Yang perlu diingat, sayuran yang kaya vitamin C cukup direbus setengah matang. Kalau sampai matang, vitaminnya hilang.Jika sayuran atau buah-buahan dibuat menjadi jus, minumlah bersama ampasnya, karena ampas itu merupakan sumber serat yang mampu menurunkan kadar kolesterol.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol adalah sebagai berikut:

  1. Bawang putih.

Konsumsi bawang putih setengah sampai satu siung sehari secara kontinyu selama satu bulan mampu menurunkan kolesterol sebanyak 9%. Jika terlalu banyak, tak baik bagi kesehatan. Mengonsumsi lebih dari tiga siung setiap hari dapat menimbulkan diare, kentut, sebah, dan demam. Bahkan bisa memunculkan perdarahan lambung. Salah satu zat antikolesterol paling kuat pada bawang putih adalah ajoene. Senyawa ini juga dapat mencegah penggumpalan darah. Walau bawang putih dimasak, kandungan senyawa ini tidak rusak. Pada 1981, peneliti dari Pusat Riset Obat-obatan di Tagore Medical College, India, melaporkan efek bawang putih mentah dan goreng yang diujicobakan pada 20 pasien dengan riwayat penyakit jantung. Menurut laporannya, terdapat pengurangan kecenderungan pembentukan bekuan darah pada pembuluh darah mereka. Ini ditunjukkan oleh aktivitas fibrinolitik yang meningkat. Penelitian juga mengemukakan, khasiat memang sedikit berkurang bila bawang digoreng, tapi tak terlalu bermakna. Jadi pandangan umum yang menyatakan bawang putih akan kehilangan efeknya bila dimasak adalah salah.

Khasiat bawang putih juga bergantung pada tempat tumbuhnya. Bawang putih yang tumbuh di tanah kaya selenium akan mengandung selenium yang tinggi pula sehingga manfaatnya sebagai obat antipenuaan akan lebih terasa.

  1. Tempe

Sekalipun berasal dari rumpun kacang-kacangan, tempe sangat ampuh dalam menurunkan kolesterol. Tempe memiliki kandungan niacin yang mampu menurunkan kolesterol. Tempe mengandung niacin 5 x lebih banyak daripada kedelai. Selain juga mengandung isoflavon yang sudah teruji bisa menurunkan kolesterol.

  1. Teh

Menurut penelitian, EGCG (epigallocatechin gallate), yaitu komponen bioaktif paling dominan dalam teh terbukti mampu mencegah percepatan oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Artinya dengan mengonsumsi teh setiap hari dalam jumlah yang wajar, risiko penyumbatan pembuluh darah penyebab penyakit jantung dapat dikurangi.

  1. Anggur

Selain serat, di dalam buah anggur terdapat pula zat catechin yang sangat baik dalam menurunkan kolesterol. Dalam biji buah anggur ternyata mengandung zat antioksidan pycnogenol. Senyawa yang berfungsi sebagai penguat kolagen dan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Senyawa ini juga bersifat anti aging sehingga proses penuaan dapat dihambat karena keampuhannya memperlambat mutasi sel. Beda cerita dengan manfaat kulit anggur. Di dalam kulit kaya akan kandungan flavonoid. Peran flavonoid dalam tubuh adalah merawat dan membersihkan pembuluh darah dari penyumbatan sehingga risiko stroke dan darah tinggi bisa dihindari.

  1. Apel

Buah yang satu ini sangat terkenal kaya akan serat dan zat antioksidan. Sudah tentu apel pun kaya vitamin C. Maka dari itu, apel bisa juga diandalkan sebagai penurun kolesterol. Sebaiknya apel dikonsumsi beserta kulitnya, karena di kulit inilah terdapat kandungan pektin (serat larut yang ampuh sekali dalam menurunkan kadar kolesterol) dan antioksidan paling banyak.

  1. Alpukat/avokad

Selama ini avokad dikenal kaya akan lemak. Tak heran jika buah ini selalu dijauhi manakala kolesterol sedang tinggi, padahal avokad sangat baik untuk menurunkan kolesterol. Buah ini mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat.

  1. Blueberry

Buah blueberry mungkin dapat dijadikan salah satu pengobatan alternatif dalam menurunkan kolesterol di tubuh kita. Karena penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika dengan menggunakan binatang pengerat memberikan hasil yang memuaskan dalam menurunkan kolesterol.

Kerja Pterostilbene ini, mirip dengan kerja dari obat penurun kolesterol, Ciprofibrate. Ciprofibrate ini efektif dalam menurunkan kolesterol dalam darah, tapi dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri otot dan mual pada beberapa orang. Sedang blueberry, yang bekerja pada reseptor sel hati sebagai target kerjanya, akan bekerja lebih akurat. Sehingga efek sampingnya juga lebih kecil. Dalam penelitian ini juga tidak ditemukan adanya efek samping.

Penelitian lainnya pada blueberry, menyebutkan bahwa Pterostilbene mungkin juga dapat membantu melawan kanker dan diabetes. Dan juga tidak tertutup kemungkinan dipakai untuk mencegah kegemukan dan penyakit jantung.

Penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan setelah penelitian di laboratorium ini membawa hasil yang menjanjikan. Tapi yang tetap penting harus terus dilakukan adalah tetap melakukan aktifitas fisik yang disertai dengan pola makan yang sehat, banyak konsumsi sayur dan buah dan rendah lemak jenuh. Semua itu merupakan cara terbaik dalam menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

  1. Ikan

Ikan sangat kaya asam lemak tak jenuh (omega3). Selain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, asam lemak ini juga mencegah terjadinya pengumpulan keping-keping darah yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.

Berdasarkan habitatnya terdapat dua golongan ikan; ikan air tawar dan ikan laut. Habitat ikan memengaruhi kandungan zat gizi ikan. Ikan air tawar kaya akan karbohidrat dan protein, sedangkan ikan laut kaya akan lemak tak jenuh, vitamin dan mineral.

 

 

 

 

Tabel 2.2. Kandungan Asam Lemak Omega-3 per 100 gram

Jenis ikan

Asam Lemak Omega-3 (gram)

Tuna

2,1

Sardin

1,2

Salmon

1,6

Makarel

1,9

Herring

1,2

Teri

1,4

Tongkol

1,5

Tenggiri

2,6

Tawes

1,5

Kembung

2,2

       Sumber : (http://untoro.wordpress.com)

c)      Pengendalian Kolesterol dengan Olahraga

Olahraga memang tidak bisa membakar kolesterol seperti membakar jaringan lemak. Tetapi olahraga bisa mengurangi kadar trigliserida dan menstimulasi sistem enzim metabolisme di otot dan hati untuk mengubah beberapa kolesterol menjadi kolesterol baik HDL. Mengurangi trigliserida berarti mengurangi partikel-partikel yang bisa memicu penimbunan lemak di dinding pembuluh darah.

Durasi, pilihlah bentuk olahraga yang dinamis dengan durasi 20-30 menit serta dilakukan dalam intensitas sedang. Dikatakan sedang jika berada pada intensitas 4-7, pada hitungan skala 1-10.

Volume Latuhan, secara umum kita dituntut untuk melakukan olahraga dengan volume yang relatif tinggi (sekitar 1.500 kcal per minggu). Jika dilakukan selama 12-16 minggu, volume olahraga seperti ini dinyatakan bisa mengurangi kadar kolesterol total sebanyak 10-20%.  Volume ini setara dengan sekitar 3-4 jam olahraga per minggu. Anda bisa memilih beragam aktivitas seperti berjalan, berenang, jogging atau bersepeda dengan intensitas sedang. Volume ini hampir mendekati volume aktivitas fisik yang diperlukan untuk menurunkan berat badan. Sebagai akibatnya, Anda akan mengalami penurunan berat badan, peningkatan kadar kolesterol baik HDL dan pengurangan kadar kolesterol total serta kolesterol jahat LDL, khususnya lemak di area pinggang dan perut.

Berjalan kaki, bisa memulai dengan berjalan 20 menit per hari, selama 4 hari seminggu. Setelah 6-8 minggu, mulailah meningkatkan durasi menjadi satu jam per hari, 6-7 hari seminggu dengan jalan ke area yang agak mendaki atau jogging di area yang relatif datar. Sebagai alternatif, Anda bisa berjalan kaki 50-60 menit per hari selama 3 hari dalam seminggu dan dipadukan dengan kelas aerobik dan mungkin 2-3 set tenis tunggal pada hari ketujuh. Olahraga dengan volume yang lebih rendah tetap akan bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara umum, mengurangi tekanan darah, serta meningkatkan kesehatan mental.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, dapat mengkombinasikan 3 bentuk latihan fisik berikut:

  1. Aerobik
    Aerobik untuk meningkatkan detak jantung. Bentuk aerobik termasuk jalan kaki, jogging, lompat tali, bersepeda, aerobik yang low-impact, berenang dan aerobik air.
  2. Kekuatan
    Latihan kekuatan untuk membangun otot. Disarankan untuk melakukan latihan kekuatan intensitas sedang dengan frekuensi tinggi.
  3. Kelenturan
    Latihan kelenturan seperti peregangan untuk menjaga kelenturan lengan dan kaki sebelum memulai olaharga. Cara ini membantu mempersiapkan otot-otot untuk beraktivitas serta mencegah cidera dan peregangan otot. Selain itu, peregangan teratur juga bisa meningkatkan daya jangkau gerak seseorang.

d)     Energi Untuk Kontraksi Otot

Gerakan tubuh saat melakukan olah raga dapat terjadi karena otot berkontraksi. Kontraksi otot memerlukan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphate). Olahraga aerobik dan anaerobik, keduanya memerlukan energi. Energi yang diperlukan itu didapat dari energi potensial yaitu energi yang tersimpan dalam makanan berupa energi kimia, dimana energi tersebut akan dilepaskan setelah bahan makanan mengalami proses metabolisme dalam tubuh

Inti dari semua proses metabolisme energi didalam tubuh adalah untuk mersintesis molekul ATP dimana prosesnya akan dapat berjalan secara aerobik maupun anaerobik.

Didalam jaringan otot, hidrolis 1 mol TP akan menghasilkan energi sebesar 31 KJ (7.3 kkal) serta akan menghasilkan produk lain berupa ADP (adenosine diphospate) dan Pi (inorganic fosfat). Pada saat berolahraga, terdapat 3 jalur metabolisme energi yang dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan ATP yaitu hidrolis phosphocreatine (PCr), glikolisis anaaerobik glukosa serta pembakaran simpanan karbohidrat, kolesterol dan juga protein (Coyle, 1997).

Pembentukan energi dilakukan dalam 2 macam proses, yaitu:

  1. Anaerobik pathway

1)      Sistem PCr (Phospocreatine)

Creatine (Cr) merupakan jenis asam amino yang tersimpan didalam otot sebagai sumber energi. Didalam otot, bentuk creatine yang sudah terfosforlisasi yaitu phosphocreatine (PCr) akan mempunyai Peranan penting dalam proses metabolisme energi secara anaerobik. Di dalam otot untuk menghasilkan ATP.

Dengan bantuan enzim creatine kinase, phosphorcreatine (PCr) yang tersimpan didalam otot akan dipecah menjadi Pi (inorganic fosfat) dan creatine dimana proses ini juga akan disertai dengan pelepasan energi sebesar 43 KJ (10,3 kkal) untuk tiap 1mol PCr. Inorganik fosfat yang dihasilkan melalui proses pemecahan PCr ini melalui proses fosforlisasi dapat mengikat kepada molekul ADP (adenosine diphospate) untuk kemudian kembali membentuk molekul ATP (adenosine triphospate). Melalui proses hidrolisis PCr, energi dalam jumlah besar (2.3 mmol ATP/kg berat  basah otot per detiknya) dapat dihasilkan secara instant untuk memenuhi kebutuhan energi pada saat berolahraga dengan intensitas tinggi yang bertenaga. Namun karena terbatasnya simpanan PCr yang terdapat pada jaringan otot yaitu hanya sekitar 14-24 mmol ATP/kg berat basah ebergi yang dihasilakan melalui proses hidrolis ini hanya dapat bertahan untuk mendukung aktifitas anaerobik selama 5-10 detik

2)      Glikolisis

Semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi manusia baik itu karbohidrat kompleks (nasi, kentang, roti, singkong dsb) ataupun juga karbohidrat glokusa, sukrosa, fruktosa) akan terkonversi menjadi glukosa dalam tubuh. Glokusa yang terbentuk ini kemudian apat tersimpan sebagai cadangan energi sebagai glikogen didalam hati dan otot serta dapat tersimpan didalam aliran darah sebagai glukosa darah atau dapat juga dibawa ke dalam sel-sel tubuh yang nenbutuhkan.

Setelah glukosa memasuki sel, maka stadium utama dalam produksi terjadi di sitoplasma sel. Proses pemecahan glukosa ini akan berlangsung tanpa adanya oksigen. Pada proses ini glukosa yang memiliki 6 atom karbon akan dipecah menjadi molekul lebih kecil yaitu molekul yang mengandung 3 atom karbon yang disebut gliseraldehid 3-P04 yang akhirnya akan terbentuk 2 molekul asam piruvat. Energi bersih yang dihasilkan/dilepas selama glikolisis berlangsung hanya sedikit yaitu 2 molekul ATP atau 5% dari total produksi energi. Selama tubuh melakukan aktifitas fisik /pekerjaaan berat maka tubuh akan berkompensasi dengan melakukan proses respirasi yang berlangsung dengan cepat, akibatnya tubuh dapat kekurangan oksigen. Pada saat ini glikogen otot akan dirombak/dipergunakan sebagai energi melalui proses yang bersifat anaaerobik/glikolisis yang berakhir dengan pembentukan asam laktat. Akan tetapi bila telah cukup istirahat  b erarti tubuh mendapt cukup oksigen (O2) maka hati dapat mengubah kembali asm laktat menjadi glikogen (glikogen hati), peristiwa ini disebut proses glikoneogenesis dan selanjutnya  bila diperlukan dapat terjadi proses glikogenolisis yaitu glikogen dapat menjadi glukosa bebas yang beredar dalam darah. Andaikan perubahan yang bersifat riversibel ini terhambat karena tubuh  tidak cukup menerima  oksigen., maka akan terjadi penumpukan asam laktat  dalam otot yang menyebabkan terjadinya kelelehan otot, keadaan ini disebut fatique (riger otot) karena terjadi prose aksidifikasi (keasaman) oleh asam laktat.

  1. Aerobik Pathway

Proses metabolisme energi secara aerobik merupakan proses metabollisme yang terjadi didalam mitokondria dan membutuhkan kehadiran oksigen (O2) agar proses dapat berjalan dengan sempurna untuk menghasilkan ATP. Pada saat berolahraga, kedua simpanan energitubuh yaitu karbohidrat (glukosa darah, glikogen otot dan hati) serta simpanan kolesterol dalam bentuk trigelisserida akan memberikan kontribusi terhadap laju produksi energi secara aerobik didalam tubuh.

Bahwa untuk meregenerasi ATP,3 simpanan energi akan digunakan oleh tubuh yaitu simpanan karbohidrat (glukosa,glikogen), kolesterol dan protein. Diantara ketiganya ,simpanan karbohidrat dan kolesterol merupakan sumber energi utama saat proses aerobik.

Proses ini membutuhkan adanya oksigen sebagai kunci kelangsungan proses aerobik dan peristiwa ini disebut metabolisme energi yang bersifat oksidatif serta akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang juga dapat menghasilkan 2-3 molekul ATP. Untuk memenuhi kebutuhan energi bagi sel-sel tubuh, Asetil-KoA hasil konv ersi asam piruvat ini kemudian akan masuk kedalam siiklus kreb untuk kemudian diubah menjadi karbon dioksida, ATP, NADH2 dan FADH melalui tahapan reaksi yang kompleks.

Setelah melewati berbagai tahapan proses reaksi di dalam siklus kreb, metabolisme energi dari glukosa kemudian akan di lanjutkan kembali melalui suatu proses reaksi yang disebut sebagai proses fosforlasi oksidatif atau oksidasi akhir.

Dalam siklus kreb, molekul NADH dan FADH yang dihasilkan dalam siklus kreb akan diubah menjadi molekul ATP dan H2O. Dari 1 molekul NADH akan dapat dihasilkan 3 buah molekul ATP 2 dan dari hasil 1 molekul FADH akan dapat menghasilkan 2 molekul ATP. Proses metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran glukosa/glikogen secara total akan menghasilkan 38 molekul ATP dan juga akan menghasilakan produk samping berupa karbon dioksida dan air.

Siklus ini menyangkut serangkaian reaksi sebagai berikut:

1)      Melepaskan CO2 dengan bantuan enzim dekarboksilate

2)      Melepaskan atom hideogen dengan bantuan enzim dehidrogenase

3)      Oksidasi atom hydrogen bersatu dengan oksigen

Oksidasi akhir:

1)      Atom hydrogen dari piruvat dilepaskan dengan bantuan enzim dehidrogenase segera berikatan dengan Koenzim (Vitamin-NAD,FAD) dan pengaruh beberapa enzim lain, berakhir ke molekul sitokrom

2)      Pada tahap ini atom hydrogen bebas. Pada saat yang bersamaan oksigen akan diangkut kedalam jaringan melalui hemoglobin (Hb) sebagai ion oksigen dengan bantuan sitokrom oksidase.

3)     

Aerobik: Piruvat (ada O2)à CO2 + H2O + ATP

 

Kehadiran ion hydrogen dan ion oksigen dalam cairan tubuh memungkinkan terjadinya reaksi kedua substansi tersebut membentuk molekul air. Pada setiap stadium proses oksidasi hydrogen tersebut akan dilepas sejumlah phospat berenergi tinggi.